Bambang Haryo Sebut Program MBG Ringankan Beban Orang Tua dan Tingkatkan Prestasi Siswa

Rabu, 17 Des 2025 10:44 WIB
Bambang Haryo Sebut Program MBG Ringankan Beban Orang Tua dan Tingkatkan Prestasi Siswa
Anggota DPR-RI Bambang Haryo saat meninjau program MBG di SMA Negeri 10 Surabaya/Foto : Istimewa

Surabaya — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan positif dari Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Saat meninjau langsung pelaksanaannya di SMA Negeri 10 Surabaya, BHS menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi keluarga.

BHS mengungkapkan bahwa respons siswa terhadap MBG sangat menggembirakan. Banyak pelajar yang menyampaikan harapan agar program tersebut tidak berhenti di tengah jalan dan dapat terus berjalan hingga mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.

“Ya, mereka sangat senang dan mengharapkan MBG ini bisa berkelanjutan sampai mereka lulus atau bahkan adik-adik kelasnya,” ujar BHS.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, sebelum MBG berjalan, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan ekonomi siswa. Sebagian pelajar harus menggunakan uang sakunya untuk membeli makan, sementara sebagian lainnya terpaksa tidak makan karena keterbatasan biaya.

“Sekarang semua siswa mendapatkan hak yang sama untuk makan dengan gizi seimbang. Ini sangat membantu,” kata BHS.

Menurutnya, kualitas gizi makanan yang disediakan dalam MBG telah memenuhi standar karena disusun dan diawasi oleh tenaga ahli. Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi siswa terpenuhi tanpa berlebihan.

“Nilai gizinya dipantau langsung oleh ahli gizi, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Ini menunjang semangat belajar mereka,” tuturnya.

Bambang Haryo juga menambahkan bahwa pihak sekolah merasakan adanya peningkatan prestasi siswa sejak program MBG berjalan. Siswa terlihat lebih fokus, aktif, dan memiliki energi yang cukup selama proses belajar mengajar.

Dari sisi ekonomi, BHS menilai MBG menjadi instrumen nyata dalam meringankan beban orang tua. Ia mencontohkan, jika siswa dapat menghemat uang saku harian sebesar Rp10 ribu, maka dalam satu bulan jumlahnya cukup besar.

“Kalau ditambah dengan Program Indonesia Pintar (PIP), penghematan ini jelas sangat membantu keluarga,” ujarnya.

Mengenai variasi menu, BHS memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak monoton. Menu disesuaikan dengan selera siswa, salah satunya nasi goreng yang menjadi favorit.

“Menunya bagus, bervariasi, dan mereka menikmati,” katanya.

Kepala SMA Negeri 10 Surabaya, Teguh Santoso, menguatkan pernyataan tersebut. Ia menyebut MBG telah berjalan sejak awal Januari dan mendapat perhatian luas dari pemerintah pusat.

“Banyak pejabat yang sudah datang meninjau. Respons siswa dan orang tua sangat positif,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, survei internal sekolah menunjukkan mayoritas siswa berharap program MBG dapat berlanjut dalam jangka panjang. Saat ini, 1.182 siswa menerima manfaat setiap hari, dengan skema khusus setiap hari Jumat berupa paket ganda.

Pos terkait