Brilian°PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong transformasi digital yang berorientasi pada penguatan literasi informasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop dan Dialog Interaktif bertajuk “Sinergi Pelajar dan Media dalam Mewujudkan Ruang Informasi yang Kondusif”, yang digelar di Ruang Pertemuan Asmara Sekolah Rakyat Terintegrasi 7, Kecamatan Mayangan, Senin (15/12).
Kegiatan ini menyasar peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 sebagai bagian dari strategi membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya etika dan kecakapan bermedia di era digital. Workshop berlangsung interaktif, dengan dialog dua arah antara pemateri dan pelajar.
Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menegaskan bahwa digitalisasi tidak semata-mata berbicara soal kemajuan teknologi. Menurutnya, transformasi digital yang sehat harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran dalam mengelola arus informasi.
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kecakapan berpikir, kemampuan menyaring informasi, dan keterampilan memanfaatkan ruang digital secara kondusif. Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing,” tegas Lucia.
Ia menambahkan, pelajar perlu dibekali pemahaman tentang ruang informasi yang edukatif dan bertanggung jawab agar tidak mudah terjebak hoaks, provokasi, maupun konten negatif. Media sosial dan platform digital, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berekspresi, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui workshop ini, Diskominfo Kota Probolinggo berharap terbangun sinergi yang kuat antara pelajar dan media dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, berimbang, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Probolinggo dalam menyiapkan generasi muda yang cakap digital, kritis, dan beretika di ruang publik digital.
Dengan pendekatan edukatif dan dialogis, Pemkot Probolinggo menargetkan pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen literasi digital yang mampu menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pitric Ferdianto





