Bambang Haryo Ingin Momentum Piala Dunia Perkuat Peran Media Publik Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 09:53 WIB
Bambang Haryo Ingin Momentum Piala Dunia Perkuat Peran Media Publik Nasional
Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono di Gedung DPR-RI Jakarta/Istimewa

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono berharap momentum penyelenggaraan Piala Dunia yang akan disiarkan TVRI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peran media publik nasional dalam menjangkau masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Hal itu disampaikan Bambang Haryo Soekartono atau BHS saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI bersama Dewan Pengawas dan Direksi LPP RRI, LPP TVRI, serta LKBN Antara pada Selasa (13/5/2026).

Dalam forum tersebut, Bambang menilai media publik memiliki peran penting sebagai sarana penyebaran informasi nasional yang harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, ia menekankan perlunya strategi promosi yang lebih luas dan efektif menjelang siaran Piala Dunia di TVRI.

Bacaan Lainnya

“Diharapkan, momentum Piala Dunia bukan hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat peran media publik dalam menjangkau seluruh rakyat Indonesia,” ujar Bambang.

Menurutnya, promosi siaran Piala Dunia dapat dilakukan dengan memberdayakan berbagai sektor usaha yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar melalui sekitar 461 ribu coffee shop, 2,5 juta restoran, 4,7 ribu hotel berbintang, serta 34,7 ribu hotel non-bintang.

BHS mempertanyakan sejauh mana kolaborasi promosi telah dilakukan oleh media publik dengan berbagai sektor tersebut. Ia menilai tempat-tempat usaha tersebut dapat menjadi media promosi yang efektif melalui pemasangan spanduk maupun informasi siaran.

“Dengan potensi sekitar 461 ribu coffee shop, 2,5 juta restoran, 4,7 ribu hotel berbintang, serta 34,7 ribu hotel non-bintang di Indonesia, saya mempertanyakan sejauh mana kolaborasi promosi telah dilakukan dan dapat diberdayakan juga mereka masing-masing untuk memasang spanduk,” katanya.

Ia menilai langkah tersebut akan membuat penyebaran informasi menjadi lebih masif dalam waktu singkat. Menurutnya, apabila potensi itu dimanfaatkan secara maksimal dalam satu bulan ke depan, maka masyarakat akan lebih mudah mengetahui informasi siaran Piala Dunia melalui TVRI.

Selain sektor usaha, Bambang juga mengusulkan agar promosi diperluas melalui transportasi publik seperti kereta api, kapal penumpang, hingga moda transportasi udara dan darat. Ia menilai media transportasi memiliki jangkauan luas karena digunakan masyarakat setiap hari.

Dalam kesempatan itu, BHS juga mengusulkan adanya pembagian fungsi yang lebih jelas antara aspek teknis dan manajerial pada lembaga media publik nasional. Ia mencontohkan pola pengelolaan Pelindo yang melibatkan dua komisi DPR sebagai model pengawasan yang dinilai efektif.

Menurutnya, pembagian fungsi tersebut dapat membantu memperkuat tata kelola lembaga media publik sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengembangan media nasional.

Bambang berharap media publik nasional dapat terus berkembang dan mampu menjadi sarana informasi yang dekat dengan masyarakat, khususnya melalui momentum besar seperti siaran Piala Dunia yang memiliki perhatian luas dari publik Indonesia.

Pos terkait