Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya penguatan sarana pendidikan anak usia dini melalui langkah nyata di lapangan. Hal itu ditunjukkan lewat penyaluran bantuan sarana dan prasarana kepada PPT Ceria Bunda di Wonokusumo, Semampir, Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Bantuan senilai hampir Rp68 juta tersebut merupakan hasil sinergi dengan program CSR BRI Peduli. Sekolah yang dikenal sebagai PAUD percontohan itu sebelumnya menjalankan proses pembelajaran dengan fasilitas terbatas, di mana siswa belajar menggunakan alas karpet dan meja lipat sederhana.
Menurut Bambang, kondisi tersebut perlu segera diperbaiki agar kualitas pembelajaran tidak terhambat. Ia menilai kesenjangan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah perkotaan padat penduduk.
“Anak-anak usia dini membutuhkan lingkungan belajar yang nyaman. Sarana yang layak akan menunjang perkembangan kognitif dan karakter mereka,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan meliputi meja, kursi, serta kipas angin untuk meningkatkan kenyamanan ruang kelas. Bambang berharap dukungan tersebut dapat memacu semangat belajar siswa sekaligus meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik.
Kepala sekolah, Ernawati, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi yang pertama dalam jumlah besar sejak sekolah berdiri. Dengan fasilitas baru, pihaknya optimistis jumlah siswa akan meningkat pada tahun ajaran berikutnya.
“Kami sangat bersyukur. Ini menjawab kebutuhan yang selama ini kami rasakan,” katanya.
Di sisi lain, pihak BRI melalui Kepala Cabang Kertajaya, Filipus Evan Adinda, menyampaikan komitmen untuk terus mendukung sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari bank milik negara, BRI berupaya hadir tidak hanya dalam layanan keuangan, tetapi juga dalam penguatan pendidikan dan UMKM.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi contoh model kemitraan antara wakil rakyat dan dunia usaha dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan. Bambang menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus dimulai dari jenjang paling dasar agar dampaknya berkelanjutan.





