Brilian°Gresik– Ikan mati massal, seperti kejadian Senin(23/5) kemarin. Menjadi indikator buruknya kualitas air Kali Brantas. Untuk itu diperlukan upaya keterlibatan masyarakat untuk memonitoring kesehatan Brantas. Salah satunya, Perempuan brantas harus diberi ruang untuk ikut memantau kualitas air kali Brantas.
Lembaga Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) bersama DLH Jawa Timur, BBWS Brantas dan Pemdes Krikilan berkolaborasi menggelar Pameran Brantas Xoxo di halaman Kantor Kelurahan Desa Krikilan Driyorejo Gresik Senin pukul 08.30 WIB (6/6/2022).
Banyak beberapa stand yang di “Sajikan” dalam pameran ini. Antara lain, instalasi Lorong botol, stand laboratorium mikroplastik, stand edukasi pengolahan sampah terpilah rumah tangga, toko poka (isi ulang) dan galeri foto serta pohon harapan.
Muhammad Kholid Basyaiban Koordinator Pameran menjelaskan “Pameran Brantas Xoxo ini bertujuan untuk mengedukasi masyrakat serta melibatkan seluruh komunitas, pemerhati lingkungan dan pemerintah terkait untuk saling bersinergi merawat Sungai Brantas.” Ujarnya
Kegiatan ini juga dihadiri oleh DLH Jawa Timur, DLH Sidoarjo, DLH Gresik, Pemerintah Desa se Driyorejo, Komunitas Perempuan, Media INSED, Ibu – Ibu PKK, Karang Taruna dan Siswa – Siswi Sekolah Dasar sampai Menengah Atas serta Masyarakat setempat.
Dalam acara tersebut Schuyler Houser PhD Postdoctoral Reasecher Department of Water Resources, Faculty of Civil Engineering, TU DELFT Belanda memaparkan materi tentang Afiliasi Pengelolaan Air Sungai Brantas di Pendopo Kelurahan Krikilan. “Komunitas perempuan di Sungai Brantas telah melakukan banyak hal yang sangat positif, saya sangat bangga dan bersemangat untuk terus mengikuti mereka” ungkap Schuyler Houser.
Ada 3 program yang dilakukan dalam proyek ini pengelolaan kualitas air ini. Yakni Water quality monitoring, Industry bersih, Penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Lanjut Schuvler “Fokus untuk penguatan dan partisipasi masyarakat , karena juga akan mengetahui peran masyarakat dalam serta pengelolaan lingkungan hidup.” Tambahnya
Dalam pengelolaan sudah banyak sekali instansi pemerintahan masyarakat, oleh karena itu perlu juga menguatkan dan mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terlibat dalam pemantauan sungai.
“Sudah banyak data yang tersebar, lewat proyek ini kita dapat menyatukan data tersebut untuk memberikan rekomendasi kedepannya, sudah banyak rencana pengelolaan yang sudah dibuat tetapi saya tidak ingin semua rencana tidak terealisasikan” ungkap Daru Setyorini Manajer Staff ECOTON.
Sementara itu para pengunjung Pameran Brantas Xoxo yang berasal dari sekolah dasar hingga menengah atas datang ke Pameran Brantas Xoxo dengan membawa sample air rata-rata 600 ml yang diambil di rumah masing- masing siswa, untuk di uji kualitas airnya di Stand Laboratorium Mikroplastik. Dan dari hasil uji kualitas air tersebut yang berjumlah 20 liter air tersebut telah terkontaminasi Mikroplastik berjenis Filamen dan Fiber.
Rafika Aprilianti Peneliti ECOTON menjelaskan, “sampel yang di bawa siswa siswi rata-rata 500 ml, untuk di uji TDS dan fosfat. Untuk pengujian mikroplastik menggunakan air dari sungai belakang atau dekat rumah masyarakat krikilan (Sungai Brantas) diambil 20 liter, hasilnya ada mikroplastiknya yg didominasi oleh fiber dan filamen, sumbernya dari pecahan kain sintetis (rontokan dari cucian baju) dan kantong plastik bening yang telah terdegradasi.”ujarnya
Lanjut Rafika menerangkan, “untuk hasil TDS nya ada sampel air yang nilainya melebihi baku mutu (di atas 500), dan untuk nilai fosfatnya ada yang di atas baku mutu (diatas 0,1 ppm), sumber fosfat tersebut berasal dari limbah detergen, desinfektan, pupuk, dan limbah industri lainnya, jika fosfat melebihi baku mutu maka air cepat berlumut.” Tutupnya.





