Warga Bandung Puas dengan Layanan Pendidikan, Sekolah Mulai Lebih Nyaman untuk Siswa

Jumat, 24 Apr 2026 22:03 WIB
Warga Bandung Puas dengan Layanan Pendidikan, Sekolah Mulai Lebih Nyaman untuk Siswa

Brilian•BANDUNG – Perubahan di sektor pendidikan Kota Bandung mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Survei Teropong Daerah Kota Bandung oleh Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 mencatat 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan.

Angka tersebut menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu bidang dengan penilaian tertinggi. Temuan ini menunjukkan berbagai perbaikan yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung mulai terlihat nyata di lingkungan sekolah.

Perubahan itu terasa pada hal-hal yang dekat dengan keseharian siswa, mulai dari kondisi ruang belajar, metode pembelajaran, hingga perhatian terhadap aspek non-akademik seperti pendidikan karakter dan kesehatan mental.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung memperkuat dukungan terhadap operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau BOSDA.

Dukungan ini dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dasar sekolah, kegiatan belajar mengajar, dan operasional harian agar sekolah memiliki ruang lebih fleksibel dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mencatat penambahan 7 ruang kelas baru jenjang SD, rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembangunan benteng atau tembok batas di 4 SD Negeri dengan total 1.330 meter.

Pada jenjang SMP, penguatan sarana pendidikan dilakukan melalui pembangunan 1 unit sekolah baru, penambahan 16 ruang kelas, rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan 2 ruang ibadah.

Upaya tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kenyamanan belajar siswa. Ruang kelas yang lebih layak dan sarana pendukung yang lebih memadai diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif.

Dinas Pendidikan Kota Bandung juga mulai mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari proses belajar. Program ini diterapkan di seluruh SMP Negeri untuk siswa kelas 9.

Selain itu, perhatian terhadap siswa diperluas pada aspek kesehatan mental. Dalam satu tahun terakhir, Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mengembangkan sistem deteksi dini kesehatan mental siswa sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak awal.

Di sisi lain, akses pendidikan terus diperluas melalui program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan. Program ini menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP.

Meski menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, seperti pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah, keterbatasan kapasitas sekolah di kawasan padat penduduk, serta tekanan ekonomi yang masih berpotensi memengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.

“Yang sekarang mulai dirasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa, itu semua mulai dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua,” ujar pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Ke depan, fokus utama diarahkan pada pemerataan kualitas pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya dirasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas,” tambahnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan kota.

“Perubahan di sektor pendidikan harus dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA, agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik,” ujar Farhan.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini,” lanjutnya.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan penguatan sektor pendidikan akan terus difokuskan pada hal-hal yang paling berdampak langsung bagi siswa, terutama kualitas proses belajar di kelas, pemerataan kondisi sekolah, serta dukungan terhadap perkembangan siswa, baik secara akademik maupun non-akademik.**(Ken)

Pos terkait