Brilian-news.id | Blitar – Lapas Blitar terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan di bidang peternakan. Sebagai langkah awal, Lapas Blitar menghadirkan 30 ekor ayam petelur yang akan menjadi sarana pembelajaran sekaligus praktik bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan beternak, Selasa (21/07).
Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi warga binaan agar memiliki bekal usaha yang produktif setelah kembali ke tengah masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Pembinaan keterampilan peternakan merupakan salah satu pendekatan yang banyak diterapkan di lingkungan pemasyarakatan untuk membangun kemandirian warga binaan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan pemahaman mengenai teknik dasar budidaya ayam petelur, mulai dari penyiapan kandang, pemberian pakan, perawatan kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi telur. Selain memperoleh pengetahuan secara teori, mereka juga terlibat langsung dalam proses pemeliharaan sehingga diharapkan mampu menguasai keterampilan yang dapat diterapkan sebagai peluang usaha di masa mendatang.
Kalapas Blitar, Iswandi, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan beternak ayam petelur ini, mereka diharapkan memiliki bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja setelah bebas nanti. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Blitar dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujar Iswandi.
Ke depan, Lapas Blitar akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan yang selaras dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.





