JAKARTA – DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengapresiasi langkah cepat Menteri Perhubungan yang langsung merespons aspirasi pelaku usaha penyeberangan terkait peningkatan kapasitas pelayanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Persetujuan pemerintah untuk mempercepat penambahan dermaga dinilai menjadi solusi atas keterbatasan operasional armada yang selama ini terjadi.
Ketua Bidang Usaha dan Tarif DPP Gapasdap, Rahmatika, mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perhubungan yang telah menindaklanjuti keinginan Gapasdap demi menjaga kelancaran layanan penyeberangan di lintasan tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Menteri Perhubungan yang langsung menindaklanjuti keinginan Gapasdap demi kelancaran Ketapang-Gilimanuk,” ujar Rahmatika.
Menurutnya, Menteri Perhubungan telah menyetujui percepatan pembangunan dan penambahan dermaga yang disesuaikan dengan kondisi operasional saat ini. Langkah tersebut dinilai penting mengingat lebih dari 50 persen armada kapal belum dapat dioperasikan karena keterbatasan jumlah dermaga yang tersedia.
Rahmatika menjelaskan, setiap penambahan satu pasang dermaga akan memberikan kontribusi terhadap bertambahnya empat unit kapal yang dapat beroperasi. Oleh sebab itu, Gapasdap berharap pemerintah dapat merealisasikan sedikitnya dua pasang dermaga baru.
“Dengan tambahan minimal dua pasang dermaga, sedikitnya delapan unit kapal yang saat ini harus off akibat kekurangan dermaga dapat kembali beroperasi. Hal ini akan semakin mengoptimalkan pelayanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas dermaga tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah kapal yang beroperasi, tetapi juga akan mendukung kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Rahmatika menegaskan, keputusan pemerintah tersebut menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan nasional.
“Ini adalah bukti kehadiran negara terhadap kelancaran angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang handal dan berkelanjutan,” tutupnya.





