Diskominfo Bandung Kembangkan Bandung Satu Data, Layanan Digital Warga Bakal Lebih Terpadu

Jumat, 24 Apr 2026 20:53 WIB
Diskominfo Bandung Kembangkan Bandung Satu Data, Layanan Digital Warga Bakal Lebih Terpadu

Brilian•BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai memperkuat transformasi digital melalui inovasi bertajuk Ngulik atau Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi, Komunikasi, Data, dan Statistik.

Program yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, S.E., Ak., mengatakan, tantangan kepemimpinan modern saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, pemimpin masa kini harus mampu memahami teknologi sebagai alat bantu dalam membaca data dan mengambil keputusan. Namun, AI tetap tidak boleh menggantikan peran manusia dalam menentukan kebijakan.

“Pemimpin saat ini harus melek teknologi. AI itu alat bantu, bukan pengambil keputusan. Keputusan tetap ada di tangan pemimpin,” ujar Henryco dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Jumat 24 April 2026.

Program Ngulik dihadirkan sebagai forum diskusi strategis yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan. Salah satu tema yang telah diangkat yakni AI for Leaders.

Henryco mengungkapkan, Diskominfo Kota Bandung tengah menyiapkan sistem berbasis AI yang dapat membantu pimpinan dalam menganalisis data secara lebih cepat dan akurat.

“Target kami, inovasi ini bisa mulai rampung pada 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem digital pemerintahan,” katanya.

Di balik pengembangan inovasi tersebut, Diskominfo Kota Bandung juga menghadapi tantangan dalam pemerataan kompetensi sumber daya manusia di setiap Organisasi Perangkat Daerah atau OPD.

Selain itu, masih ditemukan sejumlah aplikasi yang memiliki fungsi serupa, tetapi belum saling terintegrasi. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat efektivitas pelayanan publik.

“Kita sedang melakukan cleansing aplikasi. Tidak boleh lagi satu wilayah membuat aplikasi yang sama tapi tidak terhubung,” tegas Henryco.

Sebagai solusi, Diskominfo Kota Bandung akan menggabungkan berbagai aplikasi yang memiliki fungsi serupa ke dalam satu sistem terpadu agar layanan digital pemerintahan lebih efisien dan mudah digunakan.

Selain Ngulik, Diskominfo Kota Bandung juga mengembangkan program Bandung Satu Data sebagai sistem pengelolaan data terpadu berbasis kewilayahan.

Program ini akan menghimpun data dari tingkat RW hingga kota, mulai dari data kependudukan, ekonomi, pendidikan, kemiskinan, hingga kondisi sosial masyarakat.

“Kalau data benar, maka keputusan pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan pun bisa meleset,” jelas Henryco.

Tahap awal, program Bandung Satu Data akan diuji coba di 15 kecamatan sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Kota Bandung.

Melalui sistem ini, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai informasi publik secara lebih mudah. Namun, data yang bersifat rahasia atau dilindungi aturan tetap akan dijaga sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita buka data untuk publik, tapi tetap ada yang harus dilindungi. Itu bagian dari tata kelola yang sehat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Henryco juga menyinggung program penataan kabel udara yang saat ini sedang berjalan di Kota Bandung. Program ini melibatkan 29 operator di 36 ruas jalan dan ditargetkan rampung pada 31 Mei 2026.

Ia menegaskan, penataan kabel udara dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memperbaiki estetika kota. Jika masih ada operator yang melewati batas waktu, Diskominfo Kota Bandung akan mengambil langkah tegas.

“Kalau melewati batas waktu, kami akan melakukan pemutusan. Ini demi keselamatan dan estetika kota,” tegasnya.

Henryco juga mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah.

“Masyarakat harus mulai melek teknologi. Tapi bagi yang masih nyaman dengan layanan manual, tetap kami layani,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 112 serta kanal pengaduan yang disediakan Pemerintah Kota Bandung.

Melalui program Ngulik dan Bandung Satu Data, Diskominfo Kota Bandung berupaya memperkuat transformasi digital pemerintahan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, data yang akurat, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Kota Bandung diharapkan mampu kembali menjadi salah satu barometer kota digital di Indonesia.**(Ken)

Pos terkait