Wali Kota Kebakaran Jenggot, Program Rutilahu Lemah Koordinasi

Selasa, 8 Nov 2022 18:05 WIB
Wali Kota Kebakaran Jenggot, Program Rutilahu Lemah Koordinasi

Brilian •BANDUNG – Wali Kota Bandung Yana Mulyana terkejut dan mengaku baru menerima informasi bahwa masyarakatnya memiliki rumah tidak layak huni, yang letaknya tak jauh dari kantornya tempat bekerja.

Dari informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi di Jalan Linggawastu Dalam No. 206 Bandung.

Setelah meninjau lokasi rumah tidak layak huni, Yana Mulyana merasa turut prihatin atas kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang dihuni Sari (52 Tahun) sekaligus pemiliknya beserta keluarga.

Bacaan Lainnya

Kondisi rumah dengan atap bolong dan nyaris tak beratap yang hanya ditutupi terpal bekas terpaksa harus ditempatinya karena tidak ada pilihan lain.

Sementara keberadaan Sari hidupnya hanya mengandalkan dari buruh kecil yaitu buruh cuci pakaian, setrika serta pekerjaan rumah lainnya.

Kondisi itu dijalaninya sejak lama meski lokasi rumah dengan tempat berkantornya Walikota jaraknya tidak terlalu jauh.

Usai melihat langsung kondisi rumah dan keadaan kehidupan Sari, Yana Mulyana
memberikan bantuan renovasi serta bantuan biaya kontrak selama proses rehab rumah, juga modal usaha dan pelatihan yang difasilitasi Dinas Sosial Kota Bandung.

“Kami mendapat informasi dari warga. Jadi sebelum ini berlama-lama, kita ingin segera membenahi dari awal. Mudah- mudahan bisa cepat selesai,” kata Wali Kota Bandung Yana Mulyana di sela sela kunjungannya beberapa waktu lalu.

Hal lain yang terasa janggal adalah kinerja setingkat Lurah dan Camat dan itu dirasakan oleh warga.

Warga mempertanyakan koordinasi antara pusat ke tingkat daerah seperti Lurah dan Camat.

“Selama ini aparat kewilayahan kemana? Seharusnya Lurah dan Camat melaporkan atau menyampaikan kondisi apa adanya bukan ABS (asal bapak senang). Jangan sampai walikota baru tahu hal2 yang buruk justru dari masyarakat bukan dari aparatnya,” kata Adun (nama samaran) saat dihubungi awak media di lokasi, Selasa (8/11/2022).

Jadi, lanjutnya, kesan yang muncul adalah Walikota Kebakaran Jenggot.

“Kok baru tahu dari masyarakat dan ramainya pemberitaan, ini kan aneh,” tuturnya.** (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *