Sidoarjo Dapat Revitalisasi 127 Sekolah, BHS: Sekolah Rusak Harus Jadi Prioritas

Jumat, 11 Sep 2026 08:41 WIB
Sidoarjo Dapat Revitalisasi 127 Sekolah, BHS: Sekolah Rusak Harus Jadi Prioritas

SIDOARJO — Sebanyak 127 sekolah di Sidoarjo mendapat alokasi program revitalisasi dari pemerintah pusat untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di berbagai jenjang.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan program tersebut penting untuk mempercepat perbaikan sekolah yang kondisi bangunannya sudah tidak layak.

“Ini sangat membantu wilayah Sidoarjo, khususnya sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak layak. Harapannya, sekolah yang masih rusak dapat segera diperbaiki dan digunakan secara maksimal,” katanya di Sidoarjo, Kamis.

Bacaan Lainnya

BHS menyampaikan hal tersebut saat meninjau secara langsung program revitalisasi di SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo. Sekolah tersebut mendapat bantuan perbaikan tiga ruang kelas dan fasilitas sanitasi.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan sekolah dengan tingkat kerusakan paling berat menjadi prioritas dalam pelaksanaan revitalisasi.

“Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah dengan kondisi bangunan paling memprihatinkan, termasuk yang masih menggunakan material tidak permanen, menjadi prioritas perbaikan,” katanya.

BHS menilai perbaikan infrastruktur pendidikan memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.

Kepala SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Dewi Kumalasari mengatakan revitalisasi telah membuat sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kembali dapat digunakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bambang dan Bapak Prabowo, karena tiga atap ruang sekolah yang sebelumnya terancam ambrol kini sudah direnovasi dan dapat digunakan kembali untuk mendukung layanan pendidikan,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur Kiswanto mengatakan revitalisasi memberikan dampak langsung terhadap kelayakan lingkungan belajar siswa.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sekolah di Sidoarjo dan Surabaya dapat terus dilanjutkan agar pemerataan kualitas sarana pendidikan berlangsung secara bertahap.

“Kami berharap bantuan untuk pendidikan, khususnya di Sidoarjo dan Surabaya, terus mengalir sehingga sekolah-sekolah yang membutuhkan dapat segera mendapatkan penanganan,” kata Kiswanto.