BHS: Popnas Harus Jadi Jalur Pembinaan Atlet dari Sekolah ke Level Dunia

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB
BHS: Popnas Harus Jadi Jalur Pembinaan Atlet dari Sekolah ke Level Dunia

SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) perlu kembali digelar sebagai bagian dari jalur pembinaan atlet Indonesia sejak usia sekolah.

Menurut BHS, Indonesia membutuhkan sistem kompetisi yang berkesinambungan agar atlet muda memiliki kesempatan bertanding sebelum melangkah ke jenjang senior.

“Kalau kita ingin hebat dan bersaing dengan dunia internasional, harus dimulai dari tingkat sekolah dasar,” kata BHS saat menutup Kejurnas Pelajar Tarung Derajat BHS Cup 2026 di Surabaya.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum KODRAT Jawa Timur tersebut mengatakan latihan saja tidak cukup untuk membentuk atlet berprestasi. Atlet muda juga membutuhkan kompetisi untuk mengasah kemampuan teknik, mental, dan pengalaman bertanding.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menyelenggarakan Popnas yang menurutnya terakhir digelar pada 2019.

BHS menilai Popnas dapat menjadi salah satu jalur untuk menemukan atlet potensial dari seluruh daerah di Indonesia.

“Ini menjadi sarana untuk mencari dan memunculkan bibit-bibit baru. Mereka juga memiliki semangat berlatih karena ada kompetisi yang harus diikuti,” ujarnya.

Ia mengatakan kejuaraan pelajar dapat menjadi tahap awal dalam proses seleksi dan pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.

BHS juga menyoroti perkembangan prestasi atlet muda dalam Kejurnas Pelajar Tarung Derajat BHS Cup 2026.

Jawa Timur menjadi juara umum dengan tiga medali emas, empat perak, dan dua perunggu. NTB berada di posisi kedua, sedangkan Bali menempati peringkat ketiga.

Menurut BHS, hasil tersebut menunjukkan potensi olahraga tidak hanya berkembang di satu wilayah, tetapi mulai tersebar di berbagai daerah.

Ia berharap kompetisi seperti Popnas dapat kembali menjadi agenda nasional untuk memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang.

“Dari sekolah, daerah, nasional, hingga internasional, semuanya harus memiliki jalur pembinaan yang jelas,” pungkasnya.

Pos terkait