Brilian°KOTA PROBOLINGGO – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng Prastyani, untuk turun langsung ke jalan. Aksi sosial pembagian takjil gratis digelar di depan GOR Mastrip, Minggu (1/3/2026) sore.
Sebanyak 300 paket takjil dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka. Namun kegiatan ini tidak sekadar bagi-bagi makanan. Santi mengemasnya dengan pendekatan yang lebih strategis: memborong dagangan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi.
Ia membeli 100 porsi kolak, 50 es buah, serta dagangan pedagang es tebu, cilok, dan batagor untuk melengkapi paket yang dibagikan. Seluruhnya dibeli langsung dari konstituen dan pedagang kaki lima di sekitar GOR.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Kami ingin berbagi sekaligus membantu perputaran ekonomi pedagang kecil,” ujarnya di sela kegiatan.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk intervensi sederhana namun efektif. Di tengah tingginya aktivitas jual beli takjil selama Ramadan, tambahan pembelian dalam jumlah besar memberi dampak langsung terhadap arus kas pedagang harian.
Santi yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Pendidikan, dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi instruksi partai agar kader hadir secara konkret di tengah masyarakat.
Menurutnya, kedekatan dengan rakyat tidak cukup melalui forum resmi. Kehadiran di ruang publik, berbagi, dan mendukung usaha kecil adalah bentuk komunikasi politik yang lebih membumi.
“Bukan hanya membagikan takjil, tapi bagaimana kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi warga,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang menerima takjil tampak antusias, sementara para pedagang mengaku terbantu dengan pembelian dalam jumlah besar tersebut.
Aksi ini memperlihatkan bahwa kegiatan sosial bisa dirancang dengan pendekatan produktif. Bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi juga stimulus ekonomi lokal dalam skala mikro.
Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Di depan GOR Mastrip sore itu, pesan yang disampaikan sederhana: berbagi bisa dilakukan dengan cara yang lebih berdampak. Bagi warga, itu berarti takjil untuk berbuka. Bagi pedagang kecil, itu berarti tambahan napas untuk usaha mereka.
Ferdi





