Peringati Hari Santri, AMI Ajak Nostalgia Pengurus Pusat

Jumat, 21 Okt 2022 13:20 WIB
Peringati Hari Santri, AMI Ajak Nostalgia Pengurus Pusat
Ketua umum Aliansi Madura Indonesia Baihaki Akbar mengajarkan kesetaraan, bahwasanya Santri dulu juga ikut andil memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia

Brilian°Surabaya – Guna memperingati hari Santri Nasional, kali ini Aliansi Madura Indonesia (AMI) mengadakan acara tasyakuran yang digelar sederhana di tugu pahlawan Surabaya bersama pengurus jajarannya.

Hal itu dilakukan oleh Aliansi Madura Indonesia dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia terdapat peran ribuan kiai dan santri di dalamnya.

Jadi, dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional, generasi saat ini dapat merefleksikan sejarah para santri dan kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya
Pengurus dewan pusat Aliansi Madura Indonesia saat berkunjung ke tugu pahlawan Surabaya

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Baihaki Akbar, S.E.,S.H selaku ketua umum Aliansi Madura Indonesia menerangkan bahwasanya para santri ikut bergabung dengan seluruh elemen bangsa dalam melawan penjajah. Tak hanya itu, mereka menyusun kekuatan di daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan.

Ketua umum Aliansi Madura Indonesia juga mengajak pengurus membersihkan sampah di tugu Pahlawan

“Para santri memiliki kontribusi dalam membimbing praktik keagamaan di masyarakat. Banyak santri yang menjadi pemimpin pada komunitas mulai dari imam mushola, pimpinan majelis taklim, hingga turut andil mengambil peran penting dalam lembaga pemerintahan, aset berharga ini harus dirawat agar dapat membawa kebaikan dan kemaslahatan,” tandas ketum AMI (21/10) yang juga merupakan alumni pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Pengurus pusat Aliansi Madura Indonesia untuk mengenang masa saat di pondok pesantren, makan menggunakan alas daun pisang

Dirinya juga memberikan nuansa nostalgia kepada seluruh pengurusnya, dengan memberikan nuansa seperti di pondok pesantren, yakni makan bersama secara berjamaah dengan menggunakan daun pisang sebagai alasnya, sekaligus untuk mengenang bahwa perjuangan santri saat menuntut ilmu begitu sederhana.

“Dari sinilah kekuatan santri dibentuk, hingga melahirkan tokoh-tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari yang menyerukan 22 Oktober 1946 menjadi momentum kebangkitan kaum santri dalam perjuangan mempertahankan proklamasi Kemerdekaan RI,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *