Brilian°Gresik – Puluhan siswa – siswi tumpah ruah dihalaman balai RW.02 Desa Sumengko, Wringinanom Gresik, untuk bersiap menanam pohon harapan di bantaran sungai Brantas. Acara diawali dengan acara sambutan dan senam bersama serta aksi drama treatrikal tentang pohon dari siswa-siswa TK DWP Sumengko. Yuyun Purniawanti kepala TK DWP Sumengko mengatakan bahwa acara ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. Rabu (30/11)
‘’acara tanam pohon ini bagian dari Projek Pengutan Profile Pelajar Pancasila (P5) yang salah satu didalamnya ada tema (Aku Sayang Bumi) yang alhamdulillah dipraktekan dalam bentuk menanam pohon produktif di bantaran sungai supaya lebih hijau dan asri.”Ungkapnya
Lebih lanjut perempuan yang menyukai anak-anak ini menambahkan bahwa acara ini juga bebas plastik.

‘’karena plastik itu menjadi masalah dimana-mana dan kami ingin menanamkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak maka semua makanan dan sajian hari ini bebas plastik, kami pakai piring dan daun pisang, minumannya pun isi ulang pakai gelas’’ tegasnya.
Tonis Afrianto pegiat Zero Waste ECOTON mengaku senang ada sekolah TK di Gresik yang turut berpartisipasi dalam perlindungan bantaran Sungai didalam kegiatan lingkungannya.
‘’saya bangga dan mengucapkan terima kasih kepada TK DWP Sumengko yang sudah memuat lingkungan sungai menjadi bagian dari program sayang bumi, sungai ini memang penting karena dari sungai kita bisa mengajarkan banyak hal seperti sumber pangan ikan, pohon, dan sumberdaya lain dan terlebih lagi acara hari ini bebas plastik ya jadi mendukung program pemerintah kabupaten Gresik dalam pengurangan plastik sekali pakai.’’ jelasnya
Sebanyak 50 bibit pohon produktif seperti manga, nangka, jambu, kenitu, sukun, ditanam oleh murid-murid TK disepanjang bantaran sungai dan diberi label nama penanam dipohonnya.

Ani salah satu wali murid sangat mendukung pada kegiatan tanam pohon hari ini agar anak bisa mencintai lingkungan hidup.
” saya sebagai orang tua senang sekali sekolah menyelenggarakan kegiatan seperti ini, jadi anak saya bisa tahu sungai dan pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya dan bisa kontribusi tanam pohon di bantaran sungai.” Ungkapnya
Selain acara tanam pohon, juga terdapat bazar mini dari komunitas Wadulink (Wanita Peduli Lingkungan) Sumengko yang menjual produk olahan yang memanfaatkan bantaran sungai brantas, seperti Kerupuk Kelor (PULOR), Oseng Daun Pepaya, Botok Kelor, dan Ikan Wader Krispi yang semua dikemas dengan kemasan ramah lingkungan seperti daun dan tidak memakai pembukus plastik.
Acara ini turut dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kecamatan Wringinanom dari Penilitik PUAD dan Pengawas Sekolah TK-SD Wringinanom, Camat Wringinanom, Kepala Desa Sumengko beserta perangkatnya.





