Rs Waluyo Jati dan Rs Wonolangan Yang LEMOT Hingga Menimbulkan Kontra Di Puskesmas Wonomerto Saat Menangani Pasien Darurat

Selasa, 16 Apr 2024 16:39 WIB
Rs Waluyo Jati dan Rs Wonolangan Yang LEMOT Hingga Menimbulkan Kontra Di Puskesmas Wonomerto Saat Menangani Pasien Darurat
Saat melakukan konfirmasi ke pukesmas Wonimerto. Foto : Ferdi Brilian-news.

Probolinggo | Brilian-news.id,-Sebuah kejadian tragis memunculkan sorotan tajam terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Wonomerto kabupaten Probolinggo. Warga masyarakat yang mengalami kecelakaan, dengan harapan mendapatkan pertolongan cepat, mendapati diri mereka terjerat dalam kebuntuan yang membingungkan. Ironisnya, puskesmas yang seharusnya menjadi tempat pertama untuk penanganan keadaan darurat tidak mampu memberikan solusi yang memadai.

Situasi menjadi semakin rumit ketika awak media Mengkonfirmasi Ke Petugas puskesmas. Iya menegaskan bahwa prosedur harus diikuti, bahkan dalam keadaan mendesak. “Kita itu harus mengikuti prosedur yang ada mas, saya sudah hubungi pihak rumah sakit Waluyo Jati dan Wonolangan, dan pihak rumah sakit baru memberi jawaban pukul 13.00 setelah pasien di bawa pihak keluarga“, ungkap sala satu dokter puskesmas dengan menunjukkan wajah menyesal kepada pelayanan rumah sakit.

Alasan terkuak bahwa Puskesmas Wonomerto berada dalam wilayah kabupaten Probolinggo menyebabkan mereka harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengirimkan pasien ke rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Namun, apa daya, respons dari pihak rumah sakit terkesan lambat. Keterlambatan dalam merespons keadaan darurat bukanlah hal yang asing. “Biasa disebut lemot,” ujar seorang warga dengan nada kecewa yang mendalam. Ke tidak tertiban ini menimbulkan dampak serius bagi mereka yang membutuhkan pertolongan cepat.

Petugas puskesmas dalam pembelaan atau hak jawabnya mereka, menegaskan, ” jika terjadi masalah, sering kali menunjuk ke arah puskesmas, soalnya kalau ada apa-apa pihak puskesmas yang disalahkan, kita sudah melakukan yang terbaik untuk mencari rujukan rumah sakit, namun pihak rumah sakit yang tidak sigap dalam pelayanan”, ujar petugas dengan nada frustrasi.

Dalam situasi yang genting, rakyat mencari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan dan kelambatan.

Kejadian ini memperlihatkan betapa pentingnya koordinasi dan responsibilitas dalam sistem pelayanan kesehatan. Keterbatasan infrastruktur dan kebijakan yang kaku dapat menghambat upaya penyelamatan jiwa. Masyarakat pun merasa terpinggirkan dalam sistem yang seharusnya melindungi dan melayani mereka.

“Dengan adanya tragedi ini, masyarakat berharap dinas kesehatan kabupaten Probolinggo bisa melakukan evaluasi lebih baik dan lebih tegas lagi, karena nyawa bukanlah mainan” tutup sala satu warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *