Survei Kompas Catat Layanan Kesehatan Jadi Sektor dengan Kepuasan Tertinggi di Bandung

Kamis, 23 Apr 2026 12:39 WIB
Survei Kompas Catat Layanan Kesehatan Jadi Sektor dengan Kepuasan Tertinggi di Bandung

Brilian•BANDUNG – Layanan kesehatan menjadi sektor dengan penilaian paling positif dari masyarakat Kota Bandung. Survei Teropong Daerah Kota Bandung yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 mencatat 85,9 persen warga menyatakan puas terhadap layanan kesehatan, menjadikannya yang tertinggi dibanding sektor pelayanan publik lainnya.

Dalam satu tahun terakhir, peningkatan akses layanan kesehatan menjadi salah satu perubahan yang paling dirasakan masyarakat. Pemerintah Kota Bandung mencatat cakupan Universal Health Coverage mencapai 99,39 persen, dengan jumlah peserta jaminan kesehatan sebanyak 2.583.777 jiwa. Perluasan akses ini membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan dasar, baik di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Akses tersebut juga diperkuat dengan kesiapan fasilitas layanan kesehatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan warga. Saat ini, layanan puskesmas 24 jam telah dihadirkan di antaranya di Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan darurat dan persalinan tanpa harus selalu datang ke rumah sakit.

Di sisi lain, penguatan kualitas layanan dilakukan melalui peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan. Pemkot Bandung mencatat penguatan layanan di 80 puskesmas, peningkatan layanan rujukan di rumah sakit daerah, serta penambahan tenaga kesehatan sebanyak 236 orang dalam satu tahun terakhir. Langkah ini berdampak pada meningkatnya kualitas layanan sekaligus kemudahan akses bagi masyarakat.

Meski demikian, masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait waktu tunggu layanan di beberapa fasilitas kesehatan, distribusi beban layanan antara puskesmas dan rumah sakit, serta kebutuhan peningkatan layanan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan tingkat kepuasan yang tinggi itu menunjukkan arah kebijakan layanan kesehatan sudah berada pada jalur yang tepat, namun tetap membutuhkan peningkatan berkelanjutan.

“Angka kepuasan 85,9 persen menunjukkan masyarakat sudah merasakan manfaat layanan kesehatan. Tapi bagi kami, ini menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam memastikan akses yang lebih merata, mempercepat layanan dan memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan Dinas Kesehatan akan terus memperkuat layanan kesehatan primer serta meningkatkan integrasi layanan antara puskesmas dan rumah sakit agar pelayanan menjadi lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan layanan kesehatan akan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota. Menurutnya, sektor ini menjadi salah satu layanan publik yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat layanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu fokus kami ke depan adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, kualitasnya terus meningkat dan menjangkau seluruh warga,” ujar Farhan.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan kesehatan melalui penguatan kualitas fasilitas, tenaga medis, serta pengembangan layanan berbasis teknologi agar manfaatnya semakin dirasakan secara merata oleh masyarakat.**

Pos terkait