Panen Raya Melon di Lapas Sukamiskin Jadi Simbol Pembinaan Produktif dan Berkelanjutan

Selasa, 27 Mei 2025 18:51 WIB
Panen Raya Melon di Lapas Sukamiskin Jadi Simbol Pembinaan Produktif dan Berkelanjutan

Brilian•BANDUNG — Lapas Klas I Sukamiskin menjadi saksi keberhasilan program pembinaan berbasis ketahanan pangan, Selasa, 27 Mei 2025. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenimipas, Brigjen Pol. Drs. Mashudi, turun langsung ke lahan pertanian di dalam lapas untuk memetik buah melon hasil karya warga binaan.

Didampingi Kalapas Sukamiskin Fajar Nur Cahyono, serta jajaran Ditjenpas dan para kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Barat, Mashudi mengapresiasi pencapaian ini sebagai bagian dari reformasi pemasyarakatan yang berdampak nyata.

“Kita tidak hanya bicara pembinaan di atas kertas. Ini nyata. Dari tangan warga binaan lahir hasil pertanian yang berkualitas,” ucap Mashudi usai mencicipi buah melon hasil panen.

Bacaan Lainnya

Buah melon yang dipanen merupakan varietas Inthanon, ditanam menggunakan teknologi Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT). Masa tanam hingga panen berlangsung selama dua bulan dengan hasil panen mencapai 800 kilogram.

Kalapas Fajar menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penguatan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Sebagian dari hasil penjualan juga disetor ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Ini menjadi bekal bagi mereka kelak. Tidak hanya untuk produktivitas, tetapi juga untuk rasa percaya diri setelah menjalani masa pidana,” katanya.

Tak hanya bagi warga binaan, hasil panen juga dibagikan kepada masyarakat luar sebagai simbol manfaat bersama. Dirjenpas bahkan ikut menyerahkan buah melon kepada warga sebagai penerima manfaat.

“Kami akan terus dorong inovasi seperti ini di lapas-lapas lain, agar pemasyarakatan benar-benar punya wajah yang membangun,” tegas Mashudi.**

Pos terkait