Farhan: Revitalisasi Kelembagaan Posyandu Kunci Hadapi Tantangan Layanan Masyarakat

Selasa, 27 Mei 2025 17:57 WIB
Farhan: Revitalisasi Kelembagaan Posyandu Kunci Hadapi Tantangan Layanan Masyarakat

Brilian•BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan perlunya revitalisasi kelembagaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai strategi menjawab tantangan layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak. Hal tersebut disampaikan saat mengukuhkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung dan melantik pengurus masa bakti 2025–2030, termasuk para Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan se-Kota Bandung, pada Senin, 26 Mei 2025 di Pendopo Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan bahwa Posyandu merupakan simpul strategis pemberdayaan masyarakat. Lebih dari sekadar tempat pelayanan kesehatan, Posyandu hadir sebagai bagian dari sistem promotif dan preventif dalam membangun kemandirian warga.

“Posyandu bukan hanya tempat layanan imunisasi atau timbang balita, tapi juga pusat edukasi gizi, keluarga berencana, hingga penguatan peran keluarga. Ini harus dikuatkan secara kelembagaan,” ujar Farhan.

Bacaan Lainnya

Ia berharap jajaran pengurus baru mampu melahirkan program-program inovatif dan partisipatif, serta menjalin kolaborasi lintas sektor agar manfaat Posyandu terasa nyata di seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung, Aryatri Benarto, menegaskan bahwa transformasi Posyandu membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Menurutnya, Posyandu kini tak hanya bersentuhan dengan kesehatan, tetapi juga aspek sosial, pendidikan, perumahan, hingga perlindungan masyarakat.

“Setelah pelantikan ini, kami akan langsung menyosialisasikan transformasi Posyandu. Fokus kami adalah penataan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kader agar Posyandu makin kuat di tingkat kewilayahan,” jelas Aryatri.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, turut menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru dan mengapresiasi semangat para kader yang disebutnya sebagai “pejuang garda depan” dalam pelayanan masyarakat.

“Tugas ini bukan sekadar organisasi, tapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kesehatan ibu dan anak, gizi, pemberdayaan—semua hadir lewat Posyandu. Ini amanah mulia yang harus dijalankan dengan visi yang kuat dan hati yang ikhlas,” ujar Asep.

Dengan pelantikan ini, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem layanan berbasis komunitas, dengan Posyandu sebagai ujung tombaknya.**

Pos terkait