Lima Tahun Rawat Alpukat, Petani Batulawang Cianjur Akhirnya Petik Hasil

Rabu, 7 Okt 2026 08:37 WIB
Lima Tahun Rawat Alpukat, Petani Batulawang Cianjur Akhirnya Petik Hasil

Brilian•CIANJUR – Penantian panjang petani di Blok Batulawang, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, akhirnya berbuah. Setelah sekitar lima tahun menanam dan merawat pohon alpukat, mereka menikmati panen perdana, Rabu (30/9/2026).

Panen tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani petani di tengah berbagai kendala, terutama kebutuhan biaya untuk menjaga kebun tetap produktif hingga memasuki masa petik.

Dalam enam bulan terakhir, BAZNAS Provinsi Jawa Barat memberikan pendampingan dan bantuan produktif kepada petani binaan Yayasan Balad Mayapada Mahardika. Bantuan digunakan untuk pembelian pupuk serta pembayaran upah buruh tani.

Bacaan Lainnya

Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., melihat langsung kondisi perkebunan saat panen berlangsung.

“Alhamdulillah, kondisi para petani cukup baik. Hari ini kita bisa melihat secara langsung hasil dari proses yang sudah dilakukan oleh para petani dalam mengembangkan tanaman alpukat,” ujar Zaki.

Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemberdayaan yang dijalankan bersama para petani.

Potensi lahan perkebunan di kawasan Batulawang mencapai sekitar 40 hektare. Dari luas tersebut, baru sekitar 15 hektare yang telah ditanami pohon alpukat.

Karena alpukat membutuhkan waktu cukup panjang sebelum menghasilkan buah, lahan yang belum tergarap dinilai bisa dimanfaatkan untuk tanaman tumpang sari berumur pendek. Cara itu diharapkan dapat membantu petani memperoleh pemasukan sambil menunggu masa panen alpukat.

Kepala LAB BAZNAS Jabar, Agus Zaelani mengatakan, bantuan untuk kelompok tani telah diberikan beberapa bulan sebelum panen.

“Bantuan digunakan untuk pembelian pupuk dan pembayaran buruh tani, sehingga meringankan para petani di sana. Hal yang paling menarik adalah wajah ceria para petani karena dibantu BAZNAS dan bisa memanen hasil jerih payah penanaman selama bertahun-tahun,” tutur Agus.

Usai panen pertama, pekerjaan petani belum selesai. Perawatan pohon pascapanen, pemangkasan dan pengendalian hama menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas tanaman.

Pemasaran juga menjadi perhatian agar alpukat Batulawang memiliki pasar yang semakin luas dan bisa dijual dengan harga yang menguntungkan petani.

BAZNAS Jabar berharap program pemberdayaan tersebut dapat membantu petani membangun kemandirian ekonomi secara bertahap, sehingga hasil kebun bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Panen perdana turut dihadiri Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Cianjur H. M. Ichsan, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat H. Subhan Fahmi, Ketua Yayasan Balad Mayapada Mahardika Asep Fathul Majid serta jajaran pendamping program.**(Ken)

Pos terkait