Brilian•BANDUNG – Sebanyak 26 amil dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Amil Skema Kualifikasi 3 yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat di UTC Dago, Kota Bandung, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para pengelola zakat dari BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Mereka mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan sekaligus mengikuti proses sertifikasi untuk memperoleh pengakuan kompetensi dalam pengelolaan zakat.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, yang hadir dalam pembukaan kegiatan, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tersebut.
Menurutnya, pengelolaan zakat membutuhkan amil yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan bekerja sesuai standar kompetensi yang berlaku.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini. Harapannya, seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, berhasil lulus sertifikasi, serta menjadi amil yang semakin kompeten, profesional, dan mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Zainut.
Kegiatan yang dibuka oleh pimpinan BAZNAS Jabar itu juga dihadiri tim Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang SDM, Administrasi, Umum dan Humas, Nana Sudiana, menjelaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar proses mendapatkan dokumen pengakuan kompetensi.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki kualitas pelayanan di lembaga masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi proses untuk memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi para peserta. Dengan kompetensi yang semakin baik, para amil diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat,” kata Nana.
Peserta dari Palembang dan Semarang Turut Hadir
Pelatihan yang diselenggarakan BAZNAS Jabar ini tidak hanya diikuti peserta dari wilayah Jawa Barat.
M. Agung Amanat, perwakilan BAZNAS Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengaku menyambut baik kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para amil untuk memahami standar kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat.
Agung berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal serupa disampaikan Muhamad Arifin Siregar, peserta dari LAZ Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Semarang, Jawa Tengah.
Arifin menilai pelatihan dan sertifikasi menjadi kesempatan bagi para amil untuk mengukur kemampuan profesional sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan zakat yang sesuai standar.
Baginya, peningkatan kemampuan pengelola zakat diperlukan agar setiap lembaga dapat menjalankan tanggung jawabnya secara terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Melalui sertifikasi Skema Kualifikasi 3, para peserta mengikuti proses pembelajaran dan pengujian kompetensi yang berkaitan dengan tugas pengelolaan zakat.
BAZNAS Jabar bersama BAZNAS RI dan LSP BAZNAS RI berharap kegiatan tersebut dapat membantu membangun kesamaan standar kompetensi para amil dari berbagai daerah.
Kemampuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab, lembaga zakat diharapkan semakin dipercaya masyarakat serta mampu menyalurkan manfaat zakat secara tepat kepada mereka yang membutuhkan.** (Ken)





