Kisah Dahsyatnya Alam Kubur

Minggu, 5 Des 2021 13:24 WIB
Kisah Dahsyatnya Alam Kubur

Brilian°Kajian – Ketika Baginda Nabi ﷺ sedang duduk didalam masjid, beliau melihat beberapa orang sedang bergurau sambil tertawa, lalu beliau bersabda, ”Jika kalian mengigat maut, tentu kalian tidak akan seperti ini. Tidak ada hari yang berlalu, kecuali kubur berkata, ‘Aku adalah rumah pengasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah belatung-belatung dan binatang-binatang malata.’ Jika seseorang yang imannya sempurna dikuburkan, maka kubur akan berkata, kedatanganmu sangat berkah, kamu sangat baik. Kamu telah tiba. Diantara orang-orang yang berjalan dimuka bumi ini, kamulah yang paling aku cintai dan kini kamu telah diserakan kepadaku, maka kamu akan melihat bagaimana aku berbuat baik kepadamu.’ Lalu kubur akan sejauh mata memandang, dan dibukakan bagi orang itu satu pintu dari Surga, sehingga berhembuslah terus-menerus angin wewangian yang semerbak harum dan macam-macam nikmat yang lain.

Sedangkan jika orang kafir atau pendosa yang dikuburkan, maka kubur akan berkata, ‘Kedatanganmu sangat celaka dan tidak berkah. Apa perlunya kamu datang kemari? Diantara orang-orang yang berjalan dimuka bumi ini, kamulah yang paling aku benci. Sekarang kamu sudah diserahkan kepadaku, maka kamu akan meliahat bagaimana aku memperlakukanmu.’ Lalu, bumi menyempit sehingga tulang-tulangnya saling berhimpitan seperti tangan yang jari-jarinya disilangkan satu sama lain. Kemudian mereka akan diserang oleh sembilan puluh atau sembilan puluh sembilan ekor ular yang akan menggigitnya sampai Hari Kiamat.

Nabi ﷺ bersabda, “Seandainya satu ekor ular itu menyemburkan bisa nya ke muka bumi sekali saja, tentu sampai Hari Kiamat tidak akan tumbuh rerumputan di muka bumi.” Lalu, beliau bersabda, “Kubur adalah satu taman dari taman-taman Surga atau satu lubang dari lubang-lubang Neraka.”

Bacaan Lainnya

 

[Dikutip dari kitab Fadhilah Amal hal. 419]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *