Kisah Teladan Kenapa Hari Ini Tidak Kau Berikan Gelas Itu

Minggu, 5 Des 2021 13:17 WIB
Kisah Teladan Kenapa Hari Ini Tidak Kau Berikan Gelas Itu

Brilian°Kajian – Pernah suatu hari Rasulullah ﷺ, pulang dari perjalanan jihad fi sabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Sayyidah Aisyah, istri beliau, sudah menunggu kedatangan beliau. Rasa rindu kepada Rasulullah ﷺ, sudah sangat terasa.

Rasulullah ﷺ, tiba ditengah kota Madinah. Sayyidah Aisyah dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah ﷺ, dirumah dan beristirahat melepas lelah, Sayyidah Aisyah sibuk membuat minuman untuk sang suami. Lalu, minuman itu pun disuguhkan kepada Rasulullah ﷺ.

Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut. Tiba-tiba Sayyidah Aisyah berkata, “Ya Rasulullah, biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku, tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Bacaan Lainnya

Rasulullah ﷺ diam dan hendak melanjutkan meminum habis air di gelas itu.

Sayyidah Aisyah bertanya lagi, “Ya Rasulullah, biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku, tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Akhirnya, Rasulullah ﷺ memberikan sebagian air yang tersisa digelas itu. Sayyidah Aisyah meminum air itu dan langsung kaget dan memuntahkan air itu.

Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Sayyidah Aisyah baru sadar bahwa minuman yang ia buat tercampur dengan garam, bukan gula, Sayyidah Aisyah langsung meminta maaf kepada Rasulullah ﷺ.

Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah ﷺ dia memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau menasehatinya dengan kasar. Rasulullah ﷺ memberi kita teladan bahwa akhlak yang mulia bisa dimulai dari lingkangan yang terdekat.

Sebuah hadist menyebutkan, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya.” (HR. Imam at-Tirmidzi)

 

Dikutip dari: Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *