Brilian-news.id | Madiun – Lapas Kelas I Madiun melaksanakan kegiatan asesmen terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Mapenaling yang digelar sebagai bagian dari upaya pemetaan dan penguatan program pembinaan lanjutan. Kegiatan ini melibatkan jajaran pembinaan dan pengamanan yang memberikan pendampingan secara intensif kepada para warga binaan, bertempat di lingkungan Lapas I Madiun.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), serta jajaran pengamanan. Asesmen ini bertujuan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh serta memantau kondisi dan perkembangan warga binaan sebagai dasar dalam menentukan program pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.
Selain proses pendataan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman warga binaan terkait aturan, larangan, serta tata tertib yang berlaku di dalam lingkungan pemasyarakatan. Hal ini dilakukan guna menciptakan ketertiban, kedisiplinan, serta mendukung terciptanya suasana pembinaan yang kondusif.
“Melalui asesmen ini, kami dapat memetakan kebutuhan pembinaan masing-masing warga binaan secara lebih tepat. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menentukan program pembinaan lanjutan, baik kepribadian maupun kemandirian, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan optimal,” ujar Arjiunna.
“Selain pendataan, kami juga kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan larangan yang berlaku di dalam lapas. Disiplin dan ketaatan terhadap tata tertib menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” ungkap Andri Setiawan.
Pelaksanaan asesmen berlangsung dengan tertib dan lancar, dengan pengawasan langsung dari jajaran pembinaan dan pengamanan. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan kooperatif sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh data dan hasil asesmen dapat menjadi dasar yang akurat dalam penyusunan program pembinaan lanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran warga binaan terhadap pentingnya disiplin, kepatuhan aturan, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik.





