IPSI Surabaya Galang 38 Perguruan, Fokus Redam Gejolak dan Jaga Kota Tetap Tenang

Senin, 1 Sep 2025 09:33 WIB
IPSI Surabaya Galang 38 Perguruan, Fokus Redam Gejolak dan Jaga Kota Tetap Tenang

SURABAYA — Jaringan 38 perguruan silat di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya menyatakan tekad bersama menjaga ketertiban kota. Pernyataan itu disampaikan dalam forum deklarasi di Ria Galeria, Senin, yang dihadiri para ketua perguruan.

Ketua Umum IPSI Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan langkah kolektif ini diprioritaskan untuk memulihkan rasa aman warga usai kegaduhan beberapa hari terakhir. “Kami mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan warga Surabaya, dengan memperkuat koordinasi bersama pihak berwenang. Ini penting setelah ada aksi penyampaian aspirasi yang diduga ditunggangi perusuh,” ujar BHS.

BHS menyebut komunitas pesilat—aktif maupun nonaktif—diperkirakan mencapai sekitar 20 persen populasi Surabaya. Jumlahnya disebut bisa menembus ratusan ribu orang, bahkan hingga 600 ribu, sementara aparat pengamanan resmi di kota ini sekitar 8.000 personel. Dengan sebaran basis hingga tingkat kampung, ia menilai pesilat dapat menjadi “sabuk pengaman sosial” yang turut menopang peran Polri, TNI, dan unsur satuan pengamanan di lapangan.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, BHS mengingatkan agar seluruh keluarga besar pencak silat mengedepankan persatuan dan menahan diri demi menjaga stabilitas aktivitas warga dan roda ekonomi. “Kekuatan besar pesilat Surabaya diharapkan ikut merawat suasana kondusif, agar masyarakat beraktivitas dengan tenang dan ekonomi tetap bergerak,” tuturnya.

Sebelum deklarasi kolektif ini, sejumlah perguruan—antara lain PSHT, Pagar Nusa, Kera Sakti, dan Winongo—telah lebih dulu berjejaring dengan aparat keamanan di wilayah masing-masing. IPSI menilai konsolidasi 38 perguruan sekaligus akan mempertebal pencegahan gangguan kamtibmas dari tingkat lingkungan hingga kota.

Menutup acara, BHS yang juga Anggota Komisi VII DPR RI mengajak seluruh elemen warga terlibat aktif menjaga ketertiban. “Ayo jaga Surabaya, rekk!” katanya.

Pos terkait