Brilian°Surabaya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa timur, Hj .Lilik Hendarwati mengungkap sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh mitra pengemudi atau driver ojek online. Aspirasi tersebut beragam mulai dari hubungan kemitraan sampai dengan penyediaan payung hukum.
Kegiatan Reses digelar Hj. Lilik yang juga anggota Komisi C DPRD Provinsi Jatim tersebut di ruang terbuka, tepatnya di aula Joglo Harmoni, Jalan Keputih Tegal Bhakti I Kav 21 Surabaya, Jawa Timur. Minggu (5/6/2022) pagi.
Ketua speed (serikat pengemudi daring) ojol Surabaya, Joko pujianto menyampaikan, alhamdulillah kita bisa berkumpul disini dengan keadaan sehat wal’afiat, salam hormat saya buat panjenengan semua, semoga diberkati, dan dapat rejeki yang banyak.
“Kami disini dari perkumpulan ojek online ini, mengharapkan perlindungan hukum bisa mengayomi aturan dan bisa memperjuangkan kami para ojol,” papar Joko.
Selain itu, lanjut Joko, ini milad speed korda Surabaya ojol yang ke 3 tahun, kita alhamdulillah kemarin kita sempat berkolaborasi dengan adakan kegiatan baksos, santunan anak yatim, sejajar dengan lembaga zakat di surabaya.
Ditempat yang sama, anggota dewan Komisi C DPRD Jawa Timur, Hj. LIilik Hendarwati mengatakan banyak dari mitra driver ojek online yang mengeluhkan hubungan kemitraan yang dijalankan dengan pihak operator atau aplikator platform ojek online.
“Bagaimanapun perjuangan para ojol ini luar biasa, mereka dengan sekuat tenaga mengais rezeki untuk keluarga, mudah-mudahan menjadi pahala dan berkah buat kalian semua sangat luar biasa,” ujar Hj. Lilik.
Berbagai kalangan yang ada dari serikat ojol yang lagi hamil masih juga bekerja, ada juga yang bekerja di pabrik shift malam mereka pun menyempatkan mengais rezeki lewat ojek online,
“Mudah-mudahan dengan ini kondisi nya bisa terbantu dengan adanya komunitas ini, Bisa bersaudara jalin persaudaraan.Saya berharap bisa membantu teman-teman ojol semua, apa sih kira-kira aturan,” imbuh Hj. Lilik
Lanjut Lilik, Pertemuan saya pada hari ini adalah mendengarkan aspirasi para ojol, apa yang menjadi uneg-uneg, atau ada hal yang berkaitan dengan pemerintah kota, silahkan sampaikan saja.
“Langsung saja acara halal bihalal ini semua yang tergabung disini silahkan sampaikan saja aspirasinya, “terang Lilik.
Berbagai Aspirasi para ojol (ojek online) menyampaikan aspirasinya mulai dari legalitas komunitas Speed (serikat pengemudi daring), kesejahteraan para ojol, dan pemberdayaan ekonomi, pengajuan rusunawa juga permintaan basecamp ditengah kota.
Syaiful arifin selaku driver ojol bertanya untuk bisa minta tolong ke bu Lilik untuk mengayomi kita semua insyallah seperti komunitas speed ini agar di bantu untuk legalitasnya.
Juga dari abdul rozak mengeluhkan apa yang kami rasakan kami ketahui bahwa banyak keluh kesah yang dirasakan para driver, seperti ongkos kita terus dipangkas, Mohon untuk bu lilik bisa mencarikan solusinya.
Budi juga driver ojol juga mengeluhkan Permintaan legalisir stempel dari kantor itu sulit untuk pengajuan Rusun, agar bisa di perjuangkan untuk mendapatkan tempat rusun
Hj. Lilik menjelaskan, Mengenai legalitas, ini kan komunitas ojol ini diberikan untuk memberikan perlindungan, salah satunya berbentuk yayasan dan memberikan advokasi yang jelas. Untuk Perusahaan, sebenarnya aturan apa saja, kepada pengemudi atau ojol ini ada payung hukumnya.
“Saya akan coba komunikasikan, diskusikan dengan dewan pusat, aturan apa saja untuk para pejuang ojol ini, jangan sampai merugikan kalian semua. Sehingga tidak ada semena-mena aturan untuk para ojol dan bisa sejahtera.” ucap Lilik.
“Mengenai pernyataan pengemudi gojek untuk ongkos disesuaikan, mudah-mudahan pihak perusahaan bisa menerima konsekuensinya,” lanjut Lilik
Kemudian, lanjut kata Joko, para mitra driver mengeluhkan soal tarif ojek online yang dinilai terlalu rendah. Joko menjelaskan bahwa dalam hal tersebut, diharapkan juga terdapat peran dari Pemerintah atau kepala daerah soal menentukan kebijakan tarif.
Joko berharap untuk bekerja sama dengan koperasi atau kita buat koprasi andai kata teman-teman ini butuh uang dan untuk base came didaerah tengah seperti gubeng untuk teman-teman.
Lilik menjawab, “Saya sangat apresiasi untuk panjenengan semua, selalu muncul, insyallah saya menyetujui untuk basecame,” ucap Lilik.
Mengenai koperasi itu saya mendukung sekali, hanya memang koperasi ini gampang susah, harus ada pengurus tetapnya dan komitmen dan profesional dalam terbentuknya koperasi usaha bersama.
“Usaha bersama tidak harus sembako, entah itu kebutuhan servis motor, sparepart dan lain sebagainya. Intinya tidak terbebani kepada hal menyulitkan. Kita matangkan dulu, baik itu markasnya yang berupa warung, koprasi itu akan kita pikirkan , mudah-mudahan segera terealisasi,” terang Lilik.
Diakhir acara, Speed Korda jatim bapak Pardi didampingi bu Lilik dan ketua speed korda surabaya pak joko juga untuk potong kue bersama dihari milad Speed yang ke 3.
Tak hanya itu, bu Lilik dan pengurus Speed korda Surabaya dan Jatim, berikan kenangan oleh-oleh buat para ojol yaitu bandeng harmoni dari Paguyuban MCP (mentari cahaya purnama) UMKM di keputih yang merupakan binaan dari bu Lilik
Kegiatan halal bihalal Speed bersama anggota dewan Hj. Lilik Hendarwati berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan do’a bersama.





