Niat Mau Liputan, Dapat Bentakan Hebat, Kinerja Satlantas Dipertanyakan

Minggu, 5 Jun 2022 11:21 WIB
Niat Mau Liputan, Dapat Bentakan Hebat, Kinerja Satlantas Dipertanyakan
Gambar ilustrasi pembentakan yang dilakukan oleh oknum terhadap insan pers

Brilian°Surabaya – Kembali terjadi, sikap angkuh dan tidak menghargai profesi jurnalistik dalam menyajikan sebuah pemberitaan terulang kembali oleh oknum pihak kepolisian unit lalu lintas.

Ironisnya kali ini adalah peristiwa langsung, yang mana informasi tersebut berawal adanya sebuah kecelakaan di depan Samsat Kedung Cowek, pada Minggu dini hari (5/6) sekira pukul 02.30 Wib hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Tentunya berita itu yang harusnya bisa dijadikan referensi untuk sanak saudara maupun kerabat barangkali mengenalnya, ini malah seolah-olah ditutupi oleh oknum pihak satlantas dari Mapolsek Kenjeran yang saat itu berada di lokasi.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh salah satu Jurnalis media online yang berinisial F, saat itu dirinya hendak pulang ke rumahnya yang berada di tambak Wedi dengan melintas lewat Samsat.

Lantas saat ditengah perjalanan ada sebuah kejadian laka lantas hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia dan sudah banyak petugas kepolisian disana.

“Saat itu saya turun dari sepeda dan meminta ijin untuk mengambil foto korban dan minta data, tentunya saya paham betul foto darah itu saya blur dan nama korban saya inisialkan,” ujar F saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun disini F malah mendapatkan jawaban yang fantastis, dirinya dibentak oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan anggota unit lantas Polsek Kenjeran.

“Bukanya mendapatkan jawaban, saya malah dibentak oleh salah satu oknum BPD yang secara berbarengan dengan Kanit lantas dengan berbicara wes gak usah foto foto gak atek wartawan wartawan,” ujar F saat menirukan perkataan oknum yang membentaknya.

Tentunya atas sikap yang dilontarkan dari pihak kepolisian mampu menciderai sebuah kebebasan pers untuk mendapatkan sebuah informasi.

Mendengar hal tersebut, awak media mencoba menghubungi Kasatlantas Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Eko, untuk mendapatkan kebenaran informasi yang beredar.

Dalam pemaparannya dirinya sangat prihatin atas sikap yang telah dilakukan oleh anggotanya tersebut dan meminta maaf kepada rekan rekan media.

” Iya mas saya sudah dengar dari piket Laka tadi pagi, dan anggota lantas sudah saya tegur, itu bukan hanya unit lantas aja mas, ada unit lain, jadi silahkan juga ke Kapolseknya, untuk lantas sudah saya tegur,” jelas Kasatlantas Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak melalui telepon selulernya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak redaksi akan mengkonfirmasi pihak terkait, kenapa hal penutupan informasi maupun pembentakan tersebut harus terjadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *