Brilian•BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya keterbukaan dan inklusivitas dalam penataan kota sebagai bagian dari visi Bandung Utama. Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah sistem transportasi publik yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
“Keterbukaan yang kita usung adalah menghadirkan rasa aman, nyaman, dan inklusif bagi semua. Salah satu contohnya adalah dalam aspek transportasi publik,” ujar Farhan dalam pernyataannya, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, transportasi publik merupakan simbol kesetaraan mobilitas bagi warga Bandung. Meskipun kepemilikan kendaraan pribadi tetap dihargai sebagai bagian dari efisiensi kerja, Pemkot Bandung ingin memastikan bahwa semua kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, lansia, ibu dan anak, serta penyandang disabilitas, dapat menikmati fasilitas transportasi yang layak.
“Jika transportasi publik di Kota Bandung dapat diakses oleh empat kelompok utama—lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak—maka secara otomatis, sistem itu dapat digunakan oleh seluruh masyarakat,” jelas Farhan.
BRT dan Digitalisasi Transportasi
Dalam upaya mewujudkan sistem transportasi yang inklusif, Pemkot Bandung berencana melakukan terobosan besar dalam waktu satu tahun ke depan. Salah satu langkah utamanya adalah penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Dunia.
“Ini bukan sekadar proyek biasa. Dengan dukungan dari Bank Dunia, Bandung akan menjadi kota pertama di luar Jakarta yang menerapkan sistem BRT,” ujar Farhan.
Tak hanya di Kota Bandung, sistem BRT ini juga akan diperluas ke wilayah Cekungan Bandung atau Bandung Raya, yang mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Wilayah Sumedang pun masuk dalam perencanaan karena tingginya populasi mahasiswa yang membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Sebagai bagian dari pengembangan sistem ini, Pemkot Bandung juga akan merevitalisasi dan mengintegrasikan jaringan angkutan kota (angkot) ke dalam satu sistem berbasis digital. Salah satu langkah yang akan diimplementasikan adalah penghapusan transaksi tunai, sehingga menciptakan pengalaman transportasi yang lebih efisien dan modern bagi masyarakat.
“Secara bertahap, transformasi ini akan membuat sistem transportasi di Bandung semakin canggih dan sederhana,” tutur Farhan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkot Bandung optimistis dapat mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.**





