DPRD Kota Bandung Dorong Edukasi Kebencanaan Berkelanjutan di Kampus dan Masyarakat

Selasa, 29 Jul 2025 20:57 WIB
DPRD Kota Bandung Dorong Edukasi Kebencanaan Berkelanjutan di Kampus dan Masyarakat

Brilian•BANDUNG — Edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan dinilai semakin krusial menyusul rawannya wilayah Kota Bandung terhadap bencana. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana yang berlangsung di Pusdiklat STIKes Dharma Husada, Kecamatan Arcamanik, pada Rabu (23/7/2025).

Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, S.A.P. dan Elton Agus Marjan, hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Kegiatan simulasi ini melibatkan berbagai skenario bencana, termasuk gempa bumi, letusan gunung berapi, serta praktik pertolongan pertama yang diperagakan oleh mahasiswa.

“Simulasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga, khususnya generasi muda di lingkungan kampus. Edukasi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif,” kata Asep Sudrajat, yang akrab disapa Kang Upep.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyoroti bahwa Kota Bandung saat ini telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terpisah dari Dinas Pemadam Kebakaran. Hal ini, menurutnya, menandai babak baru dalam penguatan kelembagaan kebencanaan di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Soni Bakhtiyar, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan PMI Kota Bandung. Keberadaan berbagai instansi tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penanganan bencana.

Kang Upep berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda simbolik, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan jaringan relawan kampus yang siap diterjunkan di lapangan saat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi potensi bencana banjir yang kerap melanda Bandung.

“STIKes bisa menjadi mitra strategis BPBD dalam membentuk relawan bencana berbasis kampus. Semakin banyak warga yang terlatih, maka semakin kecil risiko yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” ujarnya.

Ia juga mengajak kampus-kampus lain untuk menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kontribusi sosial mahasiswa terhadap kota tempat mereka belajar dan tinggal.**

Pos terkait