Brilian•BANDUNG — Komitmen DPRD Kota Bandung dalam mendukung terwujudnya lingkungan bersih dan berkelanjutan terus digelorakan, termasuk melalui program Kawasan Bebas Sampah (KBS) yang menjadi target Pemerintah Kota Bandung pada 2025. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah sosialisasi Perwal Nomor 11 Tahun 2024 dan pembinaan RT-RW di Kecamatan Regol yang dilaksanakan pekan lalu.
Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya konkret untuk mendorong percepatan terbentuknya RW KBS di seluruh wilayah kota.
“Sampah adalah persoalan krusial, dan RT-RW adalah garda terdepan dalam penanganannya. Sosialisasi ini memperkuat pemahaman dan peran mereka agar program ini benar-benar berjalan efektif,” ujar Edwin dalam sambutannya di Auditorium Kecamatan Regol, Rabu (23/7/2025).
Kang Haji Edwin juga menyoroti pentingnya penerapan kolaborasi pentahelix sebagai pendekatan strategis untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, gotong royong dan solidaritas warga menjadi nilai kunci dalam mewujudkan visi Bandung yang bersih dan berdaya saing.
Ia pun menyampaikan, dari 1.591 RW di Kota Bandung, baru 481 RW yang berstatus KBS. Maka dibutuhkan kerja keras dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar target 700 RW KBS di tahun 2025 dapat tercapai—bahkan dilampaui.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Muhammad Reza Panglima Ulung, menambahkan bahwa Kecamatan Regol memiliki potensi besar untuk menjadi model penerapan KBS di tingkat kota. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kesinambungan program ini agar tidak berhenti di tataran wacana.
“Kami akan terus mengawal agar RW-RW di Regol dan wilayah lainnya dapat mencapai standar KBS secara bertahap. Setiap progres harus dihargai dan dijadikan pijakan untuk evaluasi serta peningkatan,” kata Reza.
Ia berharap semangat yang tumbuh dari kegiatan sosialisasi tersebut dapat menyebar ke wilayah lain dan mendorong gerakan kolektif demi mewujudkan Bandung yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua.**





