SEMARANG – Langkah pemerintah mengembalikan status Bandara Ahmad Yani di Semarang sebagai bandara internasional mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Ia menilai, keputusan ini sejalan dengan besarnya potensi ekonomi dan pariwisata yang dimiliki Jawa Tengah.
Menurut Bambang, Semarang sebagai ibu kota provinsi sudah semestinya memiliki infrastruktur transportasi berkelas internasional. Terlebih, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai kawasan strategis, baik untuk sektor industri maupun pariwisata.
“Posisinya di tengah Pulau Jawa membuat Jawa Tengah sangat diminati pelaku usaha, termasuk dari luar negeri. Kawasan industri seperti di Batang menjadi bukti nyata, apalagi UMR di sini cukup kompetitif, rata-rata Rp2,5 juta,” jelas Bambang pada Sabtu (26/4/2025).
Kehadiran Bandara Ahmad Yani sebagai pintu gerbang udara internasional dinilai sangat vital. Apalagi, aktivitas logistik melalui Pelabuhan Tanjung Mas terus berkembang, dengan jutaan kontainer domestik dan internasional yang lalu-lalang setiap tahun. “Pertumbuhan volume kontainer internasional tinggi. Dukungan bandara internasional menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat konektivitas,” tambahnya.
Bambang juga menyoroti besarnya potensi wisata Jawa Tengah yang selama ini belum tergarap optimal. Destinasi kelas dunia seperti Candi Borobudur dan pegunungan Dieng, menurutnya, harus mendapat dukungan akses langsung dari luar negeri.
“Sejak era kolonial, Jawa Tengah sudah dikenal sebagai tempat favorit orang asing karena udara sejuk dan kekayaan budayanya. Sayangnya, potensi ini belum dimaksimalkan seperti di Bali,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur, lanjut Bambang, Bandara Ahmad Yani sudah memenuhi standar internasional. Renovasi besar-besaran di era Presiden Joko Widodo, termasuk penyediaan garbarata untuk pesawat berbadan lebar, membuktikan kesiapan bandara ini melayani penerbangan internasional.
“Kalau infrastrukturnya sudah dibangun untuk skala internasional, lalu statusnya malah diturunkan, itu sama saja membuang investasi negara,” tegas Bambang.
Ia juga menyoroti tren kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Mas yang semakin ramai. Menurutnya, wisatawan kapal pesiar membutuhkan akses udara cepat, dan bandara internasional di Semarang menjadi solusi yang tepat.
Dengan kembalinya status internasional Bandara Ahmad Yani, Bambang optimistis sektor pariwisata Jawa Tengah bisa melesat. Ia berharap jumlah wisatawan mancanegara ke Borobudur dan destinasi lain meningkat signifikan.
“Bayangkan, Borobudur hanya menarik sekitar 160 ribu wisatawan per tahun, sementara Patung Little Mermaid di Denmark bisa menarik hingga 2 juta. Dengan akses langsung lewat Bandara Ahmad Yani, saya yakin angka ini bisa bertambah drastis,” pungkasnya.





