Dorong Keberpihakan pada Pasar Rakyat, Bambang Haryo Apresiasi Pasar Wonorejo Polak

Kamis, 18 Des 2025 10:29 WIB
Dorong Keberpihakan pada Pasar Rakyat, Bambang Haryo Apresiasi Pasar Wonorejo Polak
Kunjungan Anggota DPR-RI Bambang Haryo di Pasar Tradisional Wonorejo Surabaya/Foto : Istimewa

Surabaya — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menegaskan perlunya keberpihakan nyata terhadap pasar rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Pasar Wonorejo Polak, Surabaya, Jawa Timur.

Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung akrab, Bambang Haryo melihat langsung bagaimana pasar tradisional masih menjadi ruang hidup bagi masyarakat kecil. Ia menilai, keberadaan pasar rakyat seperti Pasar Wonorejo Polak memiliki nilai strategis yang tidak tergantikan oleh pasar modern.

“Pasar tradisional ini denyut nadi ekonomi rakyat. Di sini pedagang kecil bisa hidup, dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Bambang Haryo juga mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan pasar tradisional meskipun belanja daring semakin mudah. Menurutnya, pasar tradisional memiliki nilai sosial dan budaya yang tidak dimiliki platform digital.

“Kalau tidak belanja di pasar tradisional itu namanya bukan ibu-ibu. Ibu-ibu itu kebanggaannya bisa menawar. Itu budaya kita,” katanya.

Dalam kunjungannya, BHS meninjau harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, seperti cabai dan bawang merah. Ia mencatat, meskipun terjadi kenaikan, harga di Pasar Wonorejo Polak masih relatif lebih bersahabat.

“Saya lihat harganya masih lebih murah dibandingkan pasar lain. Ini artinya pengelolaannya cukup baik,” ujarnya.

Bambang Haryo secara khusus mengapresiasi pengelolaan Pasar Wonorejo Polak yang dikelola langsung oleh warga setempat. Pasar ini berada di tingkat RW, namun mampu berjalan dengan tertib dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini contoh pasar rakyat yang dikelola dengan gotong royong. Pemerintah seharusnya memberi dukungan, baik fasilitas maupun kebijakan,” katanya.

Sementara itu, pedagang bumbu dapur Musrifah mengatakan kenaikan harga tidak bisa dihindari akibat pasokan yang terbatas.

“Cabai, bawang merah, wortel sekarang naik. Banyak yang mahal karena barangnya kurang,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga agar pedagang dan pembeli sama-sama tidak dirugikan.

Bambang Haryo menutup kunjungannya dengan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pasar tradisional. Ia berharap pasar rakyat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai fondasi ekonomi nasional.

“Kalau kita ingin ekonomi kuat dari bawah, pasar tradisional harus kita jaga. Ini soal keberpihakan,” pungkasnya.

Pos terkait