Brilian°Tulungagung – Untuk meningkatkan potensi dan kualitas serta kesiapan peserta pelatihan untuk mencari pekerjaan, UPT BLK Disnakertrans Tulungagung adakan pelatihan Menjahit, Senin (22/11/2021).
Acara ini diselenggarakan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Tulungagung.
Dalam acara pelatihan ini, diikuti oleh 16 orang peserta di setiap kelas yang mana peserta meliputi para pencari kerja berdasarkan klaster kompetisi yang sudah diseleksi oleh tim dari Disnakertrans Tulungagung.
Pada acara tersebut, instruktur pembimbing ada perwakilan dari tim BLK maupun instruktur pembimbing dari lembaga swasta.
Peserta yang mengikuti pelatihan diberikan materi tentang tehnik pola menjahit.
Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso melalui KUPT BLK Final Abidin saat di wawancara mengatakan bahwa para peserta diberikan materi tentang dan tehnik menjahit supaya lebih optimal nanti ketika mencari pekerjaan
“Pelatihan ini diperuntukan bagi peserta untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan untuk bekerja maupun menjelang kerja. Kami juga memberikan peserta materi tentang bagaimana memaksimalkan pekerjaan yang di lakukan,” paparnya.
Ia menambahkan ada beberapa kegiatan yang berlangsung hari ini, di antaranya adalah bidang komputer dan garment/menjahit.
“Pelatihan ini bukan satu-satunya program dari Disnakertrans Tulungagung yang sedang berjalan. Ada total enam kategori pelatihan yang di lakukan selama 30 hari atau bisa lebih. Program ini meliputi pelatihan Otomotif, administrasi perkantoran, praktikel office, garment, Tataboga dan design grafis,” pungkasnya.
Perlu di ketahui, program pelatihan yang diadakan Disnakertrans Tulungagung ini adalah untuk penguasaan materi dan mematangkan keterampilan para peserta pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan.
Kedepan, bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan kerja akan di beri informasi tentang adanya jobfair yang sesuai dengan keterampilan masing-masing peserta.
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini seluruh peserta bisa belajar dengan sungguh- sungguh sesuai arahan dari tim pemberi materi sehingga dapat mengambil ilmu yang nantinya kelak bisa di manfaatkan oleh seluruh peserta sesuai dengan kompetensinya masing- masing.
Sementara itu, pembimbing kejuruan garment/menjahit Siti Anisa. M.Pd, menambahkan, memang kemampuan masing-masing peserta berbeda. Khususnya di bidang menjahit. Ada yang sudah familiar atau terbiasa, dan ada yang masih mulai dari nol. Biasanya, yang belajar dari nol akan malu dan perlu didampingi. Peserta sendiri tidak dibatasi umur, yang penting masih di umur produktif.
“Diharapkan, peserta bisa menerima apa yang disampaikan. Sehingga kedepan bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Pelatihan dan ilmu yang didapat bermanfaat terutama bagi diri diri sendiri dan orang lain. Terlebih bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sangat bagus,” ucap Anisa.





