Dinkes Kediri Gelar Aksi Bergizi di MTs Al Hikmah Purwoasri, Dorong Santriwati Cegah Anemia

Rabu, 23 Sep 2026 00:16 WIB
Dinkes Kediri Gelar Aksi Bergizi di MTs Al Hikmah Purwoasri, Dorong Santriwati Cegah Anemia

Brilian-news.id Kediri— Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Aksi Bergizi di MTs Al Hikmah Purwoasri, Kabupaten Kediri, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), khususnya dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diikuti para santriwati MTs Al Hikmah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, aktivitas fisik, sarapan, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).

Bacaan Lainnya

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri hadir bersama jajaran Puskesmas Purwoasri dan sejumlah unsur terkait. Materi disampaikan oleh Eny Soehartini selaku Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan (Katimker Promkes).

Dalam penyampaiannya, Eny menekankan pentingnya perhatian terhadap masalah gizi pada remaja.

Menurutnya, remaja masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan, termasuk anemia dan penyakit yang berkaitan dengan lingkungan.

“Indonesia masih menghadapi triple burden masalah gizi pada remaja. Masih ditemukan remaja mengalami anemia dan masalah penyakit yang berbasis lingkungan,” ujar Eny di hadapan para santriwati.

Ia menjelaskan, kegiatan Aksi Bergizi memiliki sejumlah tujuan, salah satunya meningkatkan literasi santri mengenai manfaat tablet tambah darah.

Menurut Eny, konsumsi tablet tambah darah secara rutin penting bagi remaja putri untuk membantu mencegah anemia.

Edukasi tersebut juga berkaitan dengan kesiapan kesehatan remaja putri sebagai calon ibu di masa mendatang.

“Adik-adik santriwati yang duduk pada saat ini bersama kami adalah calon seorang ibu. Maka anaknya yang dilahirkan harus sehat,” katanya.

Selain tablet tambah darah, Dinas Kesehatan juga mendorong para santriwati untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang serta melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak memahami kembali konsep gizi seimbang melalui peninjauan menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Eny berharap Pondok Pesantren Al Hikmah dapat menjalankan Aksi Bergizi secara rutin.

Salah satu kebiasaan yang didorong adalah konsumsi tablet tambah darah bagi santriwati secara berkala.

Ketika Eny menanyakan kepada para peserta mengenai kegiatan yang harus dilakukan setiap pekan, para santriwati kompak menjawab, “Minum tablet tambah darah.”

“Untuk apa?” tanya Eny “Mencegah anemia,” jawab para santriwati.

Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Sehat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga mengajak lingkungan pesantren menjadi salah satu tempat yang mendukung pembentukan perilaku hidup sehat bagi remaja.

Eny mengatakan, kebiasaan sarapan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik, serta mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin diharapkan dapat menjadi investasi kesehatan bagi generasi muda.

Ia juga berharap kebiasaan tersebut dapat membantu mendukung upaya pencegahan stunting di masa mendatang.

“Mari kita jadikan pesantren ini sebagai contoh lingkungan yang mewujudkan perilaku yang sehat dan berdaya, khususnya dalam menciptakan remaja putri yang sehat demi terciptanya Generasi Emas di Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eny juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al Hikmah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Aksi Bergizi.

Ia turut mengapresiasi kehadiran unsur Puskesmas Purwoasri, kepolisian, dan pemerintah kecamatan yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ajakan semangat kepada para santriwati. Saat Eny menyerukan “Aksi Bergizi Pondok Pesantren Al Hikmah”, para peserta menjawab dengan penuh semangat, “Siap, yes, yes, yes!”

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap edukasi mengenai gizi dan kesehatan remaja tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

 

Lam

Pos terkait