Brilian-news.id | TULUNGAGUNG – Tanaman Bonsai menjadi salah satu potensi ekonomi yang memiliki nilai jual tinggi, sekaligus bisa dikembangkan untuk menjadi identitas baru di Kabupaten Tulungagung.
Hal ini juga dibuktikan dengan sering diadakannya pameran bonsai di Tulungagung.
Pada Sabtu (28/6) malam lalu, calon bupati Tulungagung, Drs. Santoso, M.Si, berkesempatan silaturahmi ke Komunitas Penghobi Bonsai di Bukit Pakis, Desa Tugu, Kecamatan Sendang. Dalam pertemuan tersebut, Kang San memperkenalkan diri dan meminta dukungan dalam pemilihan Bupati pada 27 Nopember 2024 mendatang.
“Saya janji apabila mendapatkan amanah memimpin Tulungagung, nantinya akan memberikan tempat sebagai bentuk fasilitas untuk para pencinta bonsai di Tulungagung,” ujar Kang San.
Sementara, anggota komunitas penghobi bonsai, berharap ada undang-undang pelestarian lingkungan. “Kami juga mengharapkan ada fasilitas tempat untuk pecinta bonsai di Kabupaten Tulungagung,” kata salah satu anggota komunitas.
Para penghobi bonsai tersebut, selama ini menanam, merawat, dan mengembangkan tanaman bonsai dari berbagai jenis tanaman. Mereka memiliki banyak koleksi yang bagus dan bernilai tinggi.
Sementara, pada pemilihan bupati Tulungagung mendatang, Santoso berpasangan dengan KH Samsul Umam, S.Pd. pasangan dengan sebuta SaSa ini memiliki jargon ‘Rukun Agawe Santoso’. SaSa diusung Partai Demokrat, PPP, PBB, dan Partai Buruh. Dalam undian beberapa waktu lalu, SaSa mendapat nomor 2. Sedangkan pada pemilihan mendatang, ada empat calon, yakni Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin (Gabah), Santoso-Samsul Umam (SaSa), Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti (Mardinoto) dan Budi Setijahadi-Susilowati (Sehati).





