Brilian°Tulungagung – Memperingati hari jadi Tulungagung ke-817 pemerintah Kabupaten Tulungagung mendatangkan Miss Universe Switzerland 2022, bersama Forkompimda melaksanakan kegiatan menanam pohon langka di areal halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung Jawa Timur, Selasa (22/11/2022).
Ada 14 jenis pohon langka yang ditanam dari endemik lokal dan luar Indonesia, yaitu pohon, Cempedak, Wuni, Kepel, Namam, Lerak, Duwet, Jirak, Cerme, Kluwak, Red Alpukat, Sepatu Putih, Aegie Marmelos dan Black Sapote atau Pohon Sawo Hitam asli berasal dari Amerika Utara.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, menanaman pohon langka ini termasuk upaya penghijauan dan melestarikan pohon endemik asli jawa dari kepunahan, saat ini pohon-pohon jenis itu sulit ditemui dihalaman atau kebun.
“Penanaman pohon langka ini justru dipilih karena sangat perlu sebab di sini, pohon tersebut tidak ada serta langka,” ucapnya.
Miss Universe Switzerland Alia Guindi, menanam pohon buah Black Sapote atau Sawo Hitam dari Mexsiko, di dampingi oleh Bupati Maryoto Birowo dan DRS Santoso sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DRS Santoso menyampaikan, “Penanaman pohon langka yang ditanam ini jarang ada, khususnya diwilayah Tulungagung maka dari itu DLH sebagai dinas yang membidangi ikut andil dalam acara ini, tidak lain bertujuan ingin melestarikan tanaman langkah ini agar tidak punah serta nantinya bisa dikembang biakkan, “ucap Kang San panggilan akrabnya.
Informasi yang diperoleh media Brilian-news.id, Black Sapote adalah buah yang pertama kali ditemukan di wilayah, Amerika Tengah Kolombia dan Mexsiko, yang masih familiar dengan Black Sapote buah kesemek, buah ini dapat tumbuh dan berbuah pada iklim tropis maupun sub tropis, maka dari itu dapat beradaptasi diwilayah Indonesia.
“It’s good for the earth, it’s a step forward to help nature and we can do more than that, from what I plant (ini bagus untuk bumi, ini langkah kedepan untuk menolong alam dan kita bisa melakukan lebih dari itu, dari yang saya tanam tadi),” ucap Alia Guindi usai menanam pohon.
Alia Guindi tidak sendiri datang ke Indonesia dalam undangan acara ini, melainkan di temani oleh rombongannya yakni Tiphaine Amelie Sagne, Zolanny Encarnacion Galan, Lina Maritza Poffet, Silfia Natalia Perez Julio dan Aji Bram (Desainer).





