SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai kekayaan sejarah yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, warisan sejarah tersebut memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan BHS saat menghadiri Bimbingan Teknis penyelenggaraan event berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sidoarjo.
BHS mengatakan, sejarah Sidoarjo memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Jenggala yang berkembang di wilayah Tarik. Potensi tersebut dinilai perlu dikemas menjadi destinasi wisata edukatif yang mampu meningkatkan daya saing daerah.
“Jejak sejarah kerajaan, budaya, hingga tradisi leluhur merupakan aset yang harus dijaga sekaligus dipromosikan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar BHS.
Selain sejarah, ia juga menilai berbagai tradisi lokal seperti budaya pertanian, musim giling tebu, hingga kesenian tradisional memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi kalender event wisata.
Menurut BHS, penyelenggaraan event budaya secara rutin akan memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Sidoarjo.
Ia menambahkan, posisi strategis Sidoarjo yang didukung Bandara Juanda, Terminal Purabaya, akses jalan tol, jalur nasional, serta jaringan kereta api menjadi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak daerah.
“Semua moda transportasi tersedia di Sidoarjo. Tinggal bagaimana potensi wisata yang dimiliki dapat dikembangkan secara maksimal,” katanya.
Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan DPR RI dalam mendorong pengembangan destinasi dan event daerah.
Sementara Kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo Yudhi Irianto berharap dukungan tersebut mampu mempercepat pengembangan wisata budaya, wisata religi, kuliner, dan ekonomi kreatif sehingga pariwisata Sidoarjo semakin dikenal secara luas.

