Bambang Haryo DPR-RI Dorong Transformasi Pasar Wadungasri Jadi Pusat Ekonomi Modern Rakyat

Jumat, 20 Jun 2025 09:53 WIB
Bambang Haryo DPR-RI Dorong Transformasi Pasar Wadungasri Jadi Pusat Ekonomi Modern Rakyat

SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR-RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam kunjungan kerjanya ke Pasar Wadungasri, Kecamatan Waru, Kamis pagi (18/6), politisi yang dikenal vokal ini tidak sekadar berdialog, tapi juga turut serta melarisi dagangan para pelaku UMKM.

Kehadiran Bambang Haryo disambut hangat pedagang dan masyarakat. Ia berbaur langsung, membeli kebutuhan dari kios-kios kecil, dan mendengarkan keluh kesah mereka. Salah satu suara yang muncul adalah dari Muhadi, pedagang sembako, yang mengungkapkan rasa terharunya.

“Jarang ada wakil rakyat seperti Pak Bambang. Beliau tidak hanya datang, tapi juga beli dagangan kami. Kami merasa dihargai,” ungkap Muhadi.

Bacaan Lainnya

Namun di balik kehangatan itu, terungkap persoalan serius yang sudah lama membayangi aktivitas di pasar tersebut: banjir. Muhadi mengeluhkan bahwa setiap hujan deras datang, kawasan pasar tergenang air hingga selutut orang dewasa. Hal ini membuat transaksi terganggu dan menurunkan jumlah pengunjung.

Menanggapi kondisi tersebut, Bambang Haryo menegaskan bahwa pasar tradisional seperti Wadungasri seharusnya menjadi prioritas dalam program revitalisasi ekonomi daerah. Ia menyebut pasar adalah pusat aktivitas ekonomi rakyat yang harus ditata dan dibenahi secara sistematis.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi simbol pergerakan ekonomi masyarakat. Kalau pasar kumuh, becek, dan tidak nyaman, maka kepercayaan publik akan menurun,” tegas anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Bambang Haryo menyampaikan sejumlah solusi konkret. Ia mendorong perbaikan fasilitas umum seperti toilet, lampu penerangan, pengecatan bangunan, hingga penataan ulang kios agar lebih estetis. Bahkan, ia menyarankan agar Pasar Wadungasri disiapkan menuju sertifikasi SNI sebagaimana yang pernah ia inisiasi di tempat lain.

“Kalau pasar ini bisa memenuhi standar nasional, maka ke depan bisa lebih berdaya saing. Bahkan ruang lantai atas bisa difungsikan sebagai kantor pengelola atau klinik medis darurat,” ucapnya.

Soal banjir, ia menyoroti pentingnya solusi jangka panjang. Meski pemerintah daerah telah memasang pompa air, menurutnya itu belum cukup. Diperlukan sistem drainase terpadu dan desain tata air yang kuat agar masalah ini tidak terus berulang.

“Pompa itu reaktif. Kita butuh pendekatan preventif dan permanen. Ini menyangkut kenyamanan pedagang dan keselamatan pengunjung. Pemerintah daerah harus lebih serius,” katanya.

Data yang diterima menunjukkan, dari total 547 kios di pasar tersebut, hanya 352 yang aktif. Banyak kios—terutama yang menjual pakaian—tutup akibat minimnya pembeli. Kondisi ini, kata BHS, menjadi alarm bahwa pasar butuh penanganan segera.

Bambang Haryo menutup kunjungannya dengan pesan kuat: revitalisasi pasar bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan harapan rakyat.

“Jika kita ingin ekonomi rakyat bangkit, benahi dulu fondasinya. Dan pasar tradisional adalah fondasi itu,” pungkasnya.

Pos terkait