SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat melalui perubahan pola konsumsi anak sejak usia sekolah.
Hal tersebut disampaikan Bambang Haryo usai meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagerngumbuk, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kunjungannya, ia memastikan kualitas makanan yang diproduksi benar-benar memenuhi standar keamanan pangan serta memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan anak-anak.
Menurut Bambang Haryo, selama ini masih banyak pelajar yang memanfaatkan uang saku untuk membeli makanan instan atau jajanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Karena itu, ia memandang Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki kualitas konsumsi anak Indonesia.
“Selama ini uang saku anak-anak banyak dibelikan mi instan dan makanan kurang sehat. Kalau terus seperti itu bisa memicu obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya. Dengan adanya MBG melalui SPPG, anak-anak mendapatkan makanan yang lebih sehat, bergizi, dan seimbang,” kata Bambang Haryo.
Ia mengatakan makanan yang disediakan SPPG tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga diproses melalui prosedur yang ketat. Mulai dari penyimpanan bahan baku, sanitasi dapur, hingga pengolahan makanan dilakukan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo juga mencicipi langsung menu yang akan didistribusikan kepada para siswa. Ia mengaku terkesan dengan cita rasa makanan yang tetap lezat meskipun tidak menggunakan penyedap rasa atau MSG.
Menurutnya, makanan sehat tidak selalu identik dengan rasa yang hambar. Dengan pengolahan yang tepat serta penggunaan bahan baku berkualitas, makanan bergizi tetap mampu memberikan rasa yang disukai anak-anak.
Selain itu, Bambang Haryo mengapresiasi penggunaan beras premium dan air mineral berkualitas dalam setiap paket makanan yang disiapkan SPPG.
Ia berharap keberhasilan SPPG Pagerngumbuk dapat menjadi contoh bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi lainnya di berbagai daerah sehingga kualitas pelayanan MBG dapat berjalan seragam di seluruh Indonesia.
“Program ini bukan sekadar memberikan makan gratis, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Bambang Haryo optimistis apabila standar operasional seperti di Pagerngumbuk diterapkan secara konsisten, maka Program MBG akan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.





