Anggota DPR-RI Bambang Haryo Desak Percepatan Rel Trans Sumatera, Targetkan Efisiensi Logistik dan Akses Warga

Sabtu, 13 Sep 2025 09:35 WIB
Anggota DPR-RI Bambang Haryo Desak Percepatan Rel Trans Sumatera, Targetkan Efisiensi Logistik dan Akses Warga
Anggota DPR-RI Bambang Haryo saat kunjungan di Stasiun Kertapati Palembang/Foto : Istimewa

Palembang — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak pemerintah menuntaskan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera untuk mempercepat konektivitas antardaerah sekaligus memangkas biaya logistik. Ia menilai proyek dari Lampung hingga Aceh itu akan menjadi tulang punggung mobilitas barang dan penumpang di Sumatra.

“Kereta Trans Sumatera harus segera terealisasi. Begitu Lampung sampai Aceh terhubung, logistik dan angkutan penumpang akan jauh lebih efisien sehingga ekonomi Sumatra tumbuh pesat,” ujar BHS saat meninjau PT KAI Divre III Palembang, Jumat (12/9).

Menurut perhitungan BHS, pembangunan rel sepanjang sekitar 1.000 kilometer membutuhkan dana sekitar Rp32 triliun. Setelah jalur tersedia, pengadaan sarana dinilai lebih terukur: “KAI cukup menyiapkan lokomotif dan rangkaian—sekitar Rp70 miliar per trainset. Jika 100 trainset, totalnya kira-kira Rp7 triliun,” kata dia.

Bacaan Lainnya

BHS juga menekankan penguatan layanan kereta barang. Di Palembang, dari 45 trainset logistik yang ada, ia mencatat hanya 26 yang beroperasi setiap hari. “Kontribusi terbesar KAI justru dari angkutan barang. Pemerintah perlu memberi atensi dan dukungan agar utilitasnya naik,” tegasnya.

Selain jalur darat, BHS mendorong integrasi kereta dengan pelabuhan-pelabuhan besar di Sumatra hingga Aceh untuk membentuk rantai pasok yang mulus ke jalur pelayaran internasional Selat Malaka. “Konektivitas rel-laut yang solid akan memperkuat daya saing ekspor,” ujarnya.

Dari sisi layanan publik, minat masyarakat terhadap kereta penumpang subsidi di Sumatera Selatan disebut tinggi. Rute Palembang–Lampung dan Palembang–Lubuklinggau dengan tarif Rp30.000 ramai peminat. “Transportasi bukan sekadar tersedia, tetapi harus mampu menampung semua penumpang. Jika kapasitas kurang, itu tanda layanan belum berhasil. KAI perlu menambah trainset dan jadwal,” kata BHS.

Ia optimistis, kombinasi percepatan pembangunan rel, optimalisasi kereta logistik, dan integrasi dengan pelabuhan akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatra. “Insyaallah, ekonomi Sumatra akan makin tumbuh,” tutupnya.

Pos terkait