Bandarlampung – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi kontribusi industri pakan ternak unggas dan ikan di Lampung yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Bambang Haryo saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Japfa Comfeed Tbk di Lampung. Kunjungan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Komisi VII DPR RI Chusnunia, anggota Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta Staf Ahli Khusus Menteri Perindustrian RI, dan disambut langsung oleh jajaran direksi serta pimpinan perusahaan.
Dalam keterangannya, Bambang Haryo menegaskan bahwa industri pakan ternak merupakan sektor hulu yang sangat menentukan keberlangsungan sektor peternakan dan perikanan nasional. Meski demikian, ia mencatat masih adanya sejumlah tantangan yang dihadapi industri, terutama terkait ketersediaan energi, infrastruktur logistik, dan ketergantungan bahan baku impor.
“Sekitar lebih dari 50 persen bahan baku pakan ternak masih berasal dari impor, sementara bahan baku domestik yang digunakan secara signifikan saat ini baru jagung,” kata Bambang Haryo.
Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap daya saing industri, khususnya di tengah dinamika nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, Bambang Haryo menyampaikan bahwa pelaku industri berharap adanya dukungan kebijakan dari pemerintah agar industri pakan ternak nasional dapat terus tumbuh dan bersaing.
Aspirasi yang disampaikan antara lain meliputi pemberian insentif perpajakan, keringanan bunga perbankan, kemudahan perizinan, serta jaminan ketersediaan energi listrik dan gas industri dengan skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 6 dolar Amerika Serikat per MMBTU.
Selain itu, Bambang Haryo juga mengapresiasi upaya industri dalam menjaga kualitas sumber daya manusia yang produktif dan andal, serta mendorong efisiensi produksi di tengah tantangan global.
Ia menegaskan, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Komisi VII DPR RI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak pada penguatan industri nasional dan ketahanan pangan.





