Surabaya – Upaya memperkuat prestasi pencak silat Jawa Timur terus dilakukan melalui pembenahan sistem pembinaan. IPSI Jawa Timur kini fokus membangun standardisasi latihan bagi para pelatih sebagai fondasi mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Ketua IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan keseragaman metode pembinaan diperlukan agar seluruh daerah memiliki standar yang sama dalam membentuk atlet berprestasi.
Program tersebut akan mengatur berbagai komponen pembinaan, mulai dari kekuatan fisik, penguasaan teknik, hingga pembentukan mental bertanding.
Menurut Bambang, penerapan standardisasi akan mempermudah proses pengembangan atlet ketika mereka kembali menjalani latihan di daerah masing-masing.
Saat ini, IPSI Jatim telah menyiapkan sekitar 40 atlet yang akan mengikuti program pemusatan latihan daerah. Para atlet berasal dari berbagai jalur seleksi, termasuk Kejuaraan Provinsi Piala BHS.
Selain melakukan pembinaan, IPSI Jatim juga akan memperbanyak ajang kompetisi sebagai sarana menjaring atlet berbakat. Dua agenda besar yang tengah disiapkan adalah Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Kapolda Jawa Timur.
“Kami juga akan menyiapkan program try out. Target dari KONI Jatim adalah empat medali emas dan kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” kata Bambang.
Ketua KONI Jawa Timur M Nabil menambahkan sistem pembinaan atlet akan dilakukan secara objektif melalui evaluasi rutin serta mekanisme promosi dan degradasi.
Menurutnya, atlet yang menunjukkan prestasi akan terus dipertahankan, sementara atlet lainnya tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Nabil menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat nasional karena aktivitas kompetisi di daerah masih berjalan secara konsisten.





