Wisata religi, Tawasul Di Makam Syech Habib Umar Sumbawa – KH. Hasbulloh

Jumat, 22 Apr 2022 22:17 WIB
Wisata religi, Tawasul Di Makam Syech Habib Umar Sumbawa – KH. Hasbulloh

Brilian°Surabaya – Memperbanyak ibadah di bulan suci ramadhan dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan islami, seperti tadarus, menghatamkan Al Qur’an, sholat sunah kobliya ba’diyah, Istighosah dan tawasul wasilah di Makam Auliya’illah oleh setiap majlis taklim yang ada di surabaya. Kamis (21-4-2022).

Majlis taklim An Nahdho (Dzikrul maut) melaksanakan kegiatan istighosah setiap malam jumat di Makam Syech Habib Umar Sumbawa – Kh. Hasbulloh selama bulan Ramadhan.

Makam yang berada di Jl. Kedung cowek (dekat gudang peluru, tepi pantai) surabaya, merupakan tempat di laksanakannya kegiatan Istighosah, Tawasul wasilah oleh majlis taklim An Nahdho (Dzikrul maut) kepada kekasih Allah (waliyulloh) tuk mendapatkan keberkahan hidup dunia – akhirat.

Acara di mulai pukul 11 malam – sampai selesai, dengan di hadiri anggota majlis Dzikrul maut dan para peziarah yang di pimpin oleh R. Kh. Djaun fahmi ilmi mahfud ( Gus Fahmi ), beliau pengasuh majlis An Nahdho sekaligus pemegang kunci Makam tersebut.

“Jika ada jamaah ataupun keluarga yang ingin berziarah masuk ke dalam Makam, bisa minta ijin ke Gus fahmi dengan alamat rumah jl. Kedung cowek 7 no. 2 surabaya (dekat masjid jami’ kedung cowek),” tuturnya ke media briliannews.

Adapun silsilah keturunan R. KH. Djaun fahmi ilmi mahfud adalah putra dari Kh. Mahfud – istri makkawiyah, makawiyah merupakan putri dari Mbah Mad (H.Ahmad), Mbah mad putra dari Kh. Hasbulloh.

“Seorang nelayan menemukan jasad ditepi pantai utara yang tidak tahu jati dirinya, kemudian warga nelayan membuang jasad tersebut ke tengah laut, akan tetapi jasad tersebut kembali ada di tepi laut semula, lalu warga nelayan membuang lagi ke tengah laut yang angin, arusnya tidak bisa membawa jasad kembali ke tepi laut, akan tetapi yang terjadi jasad tersebut masih kembali di tepi laut lagi, kemudian di buang lagi yang lebih jauh ke tengah laut hampir tidak bisa melihat daratan, hal aneh terjadi nelayan yang membuang jasad tersebut belum sampai ke tepi laut, jasad tersebut sudah ada di tepi laut semula lagi. Akhirnya warga nelayan bertanya, minta pendapat kepada Kh. Hasbulloh yang merupakan seorang wali di masa itu. Ketika kyai menghampiri si mayit, lantas berinteraksi seorang wali ke si mayit, Alhasil kyai menyuruh warga untuk memakamkan mayit disini karena beliau si mayit minta di kubur disini. Beliau si mayit ini adalah seorang pedagang dan penyebar agama Islam yang berasal dari Sumbawa, nama beliau Syech Habib Umar Sumbawa, beliau di bunuh oleh perompak.

Warga kemudian menggali kubur untuk si mayit, keanehan terjadi ketika melihat liang kubur ada dua tempat, padahal yang meninggal ada satu, lantas warga menceritakannya ke kyai, kemudian kyai Hasbulloh berinteraksi lagi kepada si mayit, alhasil liang yang satunya di peruntukkan kyai Hasbulloh kelak meninggal dunia agar berdampingan dengan si mayit (Syech Habib Umar Sumbawa). Ketika si mayit di mandikan, bau harum melebihi minyak katsuri semerbak mewangi di kampung nelayan tersebut. Cerita Gus Fahmi kepada media brilian-news.id.

Banyak sekali peziarah yang datang ke makam Syech Habib Umar Sumbawa – KH. Hasbulloh, baik dari kota surabaya ataupun luar kota surabaya.

Mencintai, mahabba kepada orang – orang soleh, waliyullah yang sudah meninggal dunia ataupun yang masih hidup, agar kita dapat keberkahan dari beliau sehingga kelak kita di masukkan surga bersama – sama beliau waliyulloh, kekasih Allah SWT. Aamiin yaa mujibassailiin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *