Weni Dwi Aprianti, Anggota DPRD Jabar, Berharap Agar Insiden Kekerasan Di Sekolah Tidak Terulang Kembali

Sabtu, 22 Jul 2023 13:53 WIB
Weni Dwi Aprianti, Anggota DPRD Jabar, Berharap Agar Insiden Kekerasan Di Sekolah Tidak Terulang Kembali

Brilian°Jabar – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Weni Dwi Aprianti S.Ab, berharap agar kasus perundungan dengan kekerasan pada anak tidak terulang lagi. Weni menyatakan keprihatinannya terhadap seringnya terjadinya kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak-anak. Menurutnya, partisipasi yang luas diperlukan dalam upaya perlindungan anak, dan saat ini hal tersebut dianggap sebagai kewajiban.

Weni menyadari bahwa meskipun kasus perundungan dan kekerasan anak masih sering terjadi, upaya perlindungan anak memerlukan partisipasi lintas stakeholder. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang perlindungan bagi anak secara maksimal. Weni juga mencatat bahwa regulasi untuk perlindungan anak sudah ada, termasuk Peraturan Daerah (Perda) di Jawa Barat.

“Saat ini, Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat dalam memberikan ruang perlindungan anak diimplementasikan melalui terbitnya Perda Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak,” jelas Weni saat dikonfirmasi pada Jumat, 21 Juli 2023.

Bacaan Lainnya

Weni mengungkapkan keprihatinannya terkait kasus perundungan dan kekerasan yang terjadi di Yayasan Terpadu di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Ia mengecam aksi perundungan yang mengarah pada kekerasan terhadap adik-adik atau anak-anak, meskipun pemerintah telah melarang tindakan semacam itu.

Weni menyoroti kurangnya pengawasan dari pihak sekolah atau yayasan penyelenggara pendidikan terkait kasus perundungan dan kekerasan di Yayasan Terpadu. Ia menilai bahwa meskipun latar belakang perundungan dimulai dari perilaku korban yang dianggap melanggar kedisiplinan, penggunaan kekerasan sebagai hukuman tidak dapat dibenarkan. Kejadian tersebut juga tidak terjadi selama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Legislator PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa kejadian tersebut sangat disayangkan dan seharusnya ada tim pengawas dari pihak sekolah atau yayasan pendidikan untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan terhadap siswa. Video kejadian tersebut bahkan sempat menjadi viral di media sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *