Brilian°Jabar – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Weni Dwi Aprianti, S.Ab, mengutuk keras kasus rupadaksa yang melibatkan warga Kabupaten Cianjur, berinisial NS (50), yang melakukan tindakan tersebut terhadap keponakannya yang masih berstatus pelajar SMA.
Weni menyatakan prihatin terhadap kejadian tersebut dan mendesak agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya untuk memberikan efek jera.
Selain mengutuk kasus tersebut, Weni Dwi Aprianti juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur untuk mengambil langkah guna meminimalisir kejadian serupa di masa depan.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah meningkatkan edukasi tentang pendidikan reproduksi di sekolah-sekolah.
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jabar, Weni menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dan meminta Dinas terkait untuk melakukan edukasi di sekolah-sekolah.
Pendidikan tersebut mencakup nilai-nilai seperti menjaga kehormatan dan berperilaku baik, mengingat semakin terbukanya media sosial dan pergaulan bebas.
Weni juga menyoroti fakta bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak biasanya dilakukan oleh orang terdekat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga anak-anak. Orang tua diharapkan bisa mengawasi anak-anaknya, termasuk memantau penggunaan teknologi seperti handphone anak.
Weni Dwi Aprianti berharap bahwa pemerintah dan stakeholder lainnya dapat segera merumuskan program dan konsep yang jelas serta terukur untuk pencegahan kasus-kasus serupa di masa mendatang.
Mendorong komunikasi terbuka antara orang tua, khususnya kaum ibu, dengan anak-anak juga menjadi salah satu saran dari legislator tersebut.





