Dibentak Sekuriti, Lansia Masuk Rumah Sakit, Keluarga Desak Dirut RS Graha Sehat Medika Bertanggung Jawab dan Minta Dua Oknum Dipecat dan Dipenjara

Jumat, 28 Agu 2026 14:05 WIB
Dibentak Sekuriti, Lansia Masuk Rumah Sakit, Keluarga Desak Dirut RS Graha Sehat Medika Bertanggung Jawab dan Minta Dua Oknum Dipecat dan Dipenjara

Brilian°Pasuruan – Permintaan maaf manajemen RS Graha Sehat Medika Pasuruan atas dugaan tindakan tidak pantas oknum sekuriti terhadap seorang lansia ternyata belum meredakan persoalan.

Keluarga korban, L, memilih tidak menerima permintaan maaf tersebut. Pasalnya, menurut L, persoalan yang awalnya bermula dari teguran terkait parkir kini berkembang menjadi persoalan serius setelah kondisi kesehatan ayahnya menurun dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, ketika ayah L datang ke RS Graha Sehat Medika untuk menjenguk anaknya yang sedang menjalani rawat inap.

L sebelumnya mengungkapkan bahwa ayahnya mendapat teguran dengan nada keras dari oknum sekuriti. Bagi keluarga, persoalannya bukan mengenai aturan parkir, melainkan cara petugas menyampaikan teguran kepada seorang lansia.

Dua hari setelah kejadian, tepatnya Kamis, 27 Agustus 2026, kondisi sang ayah memburuk hingga harus mendapatkan perawatan medis. Saat ini, ayah L masih menjalani perawatan di RS Soedarsono Pasuruan.

“Bapak saya stres setelah kejadian itu. Kondisinya kemudian drop dan sampai sekarang dirawat di rumah sakit,” ungkap L.

L menyebut tekanan psikologis yang dialami ayahnya setelah kejadian tersebut diduga berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya.

Ia bahkan menyebut kondisi stres tersebut kemudian berdampak pada jantung.
Namun demikian, hubungan medis antara kejadian tersebut, tekanan psikologis, dan serangan jantung yang dialami sang ayah masih perlu dibuktikan melalui keterangan dokter yang menangani pasien.

Bagi L, permintaan maaf dari pihak rumah sakit tidak otomatis menyelesaikan persoalan.
Ia meminta manajemen RS Graha Sehat Medika tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang dianggap telah melakukan tindakan tidak semestinya.

“Saya meminta Direktur Utama RS Graha Sehat Medika bertanggung jawab atas persoalan ini. Dua oknum sekuriti tersebut harus dipecat,” tegas L.

Menurutnya, petugas keamanan rumah sakit semestinya mampu memberikan pelayanan dan teguran secara humanis, terlebih kepada pasien maupun keluarga pasien yang datang dalam kondisi membutuhkan pelayanan.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi kepada masyarakat lainnya,” lanjutnya.

Persoalan ini tampaknya tidak akan berhenti pada permintaan maaf maupun tindakan internal rumah sakit.

L menyatakan akan membawa dugaan tindakan oknum sekuriti tersebut ke ranah pidana.

“Tidak hanya sampai di sini. Saya akan melaporkan oknum sekuriti tersebut ke ranah pidana,” ujar L.

Langkah tersebut, menurut L, merupakan bentuk keberatan keluarga terhadap perlakuan yang diterima ayahnya.

Ia berharap pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan persoalan tersebut secara serius.

Sementara itu, manajemen RS Graha Sehat Medika sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf terkait kejadian tersebut.

Namun, dengan munculnya perkembangan baru berupa kondisi kesehatan lansia yang kini menjalani perawatan di RS Soedarsono Pasuruan, publik tentu menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.

Terutama mengenai kronologi kejadian, tindakan terhadap dua oknum sekuriti, serta bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap keberatan keluarga.

Brilian News memberikan ruang kepada manajemen RS Graha Sehat Medika untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas seluruh pernyataan yang disampaikan pihak keluarga.

Pos terkait