Uprintis, Organisasi Perempuan Fasilitasi Pelaku UMKM Jatim Naik Kelas

Kamis, 23 Des 2021 12:40 WIB
Uprintis, Organisasi Perempuan Fasilitasi Pelaku UMKM Jatim Naik Kelas
Uprintis, Organisasi Perempuan Fasilitasi Pelaku UMKM Jatim Naik Kelas

Brilian*Jakarta – Uprintis Indonesia, organisasi perempuan yang mewadahi para pelaku usaha kecil mikro menengah meluncurkan program perdana berupa “1.000 Incubate Women Preneur”.

“Harapannya bisa mencetak UMKM perempuan yang tidak hanya jago berbisnis, tetapi juga andal dalam promosi, meningkatkan jaringan bisnisnya, akses pasar serta mampu mengelola keuangan bisnis yang baik,” tutur Founder & CEO Uprintis Indonesia Novita Hardini Mochamad, di sela acara Female Fair di Surabaya, Rabu (22/12).

Saling Bersinergi

Program “1.000 Incubate Women Preneur” ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan perekonomian perempuan di Tanah Air.

“Sehingga UMKM naik kelas dan digitalisasi tidak hanya sebatas tagline semata,” lanjut istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tersebut.

Melalui Uprintis, perempuan diharapkan bisa saling bersinergi dalam wadah inkubasi bisnis bersama para mentor andal dari UCOACH dan CEO Indonesia.

Bisa Berkolaborasi
Novi menuturkan, melalui Uprintis, para pelaku UMKM perempuan bisa saling berkolaborasi, sharing dan tumbuh bersama dalam satu wadah.

“Inilah saatnya bergabung menjadi bagian dari Uprintis Indonesia untuk bisa mendapatkan akses pendampingan secara menyeluruh. Mulai dari mentoring, leadership, psikologi hingga akses permodalan bagi UMKM terbaik,” ungkapnya, mengutip dari ANTARA.

Sementara itu, peluncuran program tersebut juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Andromeda Qomariah beserta Kepala Dinas Kominfo Jatim Hudiyono.

“Kami sangat mengapresiasi lahirnya wadah ini. Uprintis Indonesia memiliki peran penting lantaran pelaku sektor UMKM didominasi kaum perempuan,” terang Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Dampak Ekonomi
Kementerian Koperasi dan UMKM, kata Teten, akan terus mendorong UMKM berkembang karena memiliki dampak positif pada perekonomian.

“Ajang ini sangat baik, karena 64,5 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Rata-rata mereka bergerak di sektor makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Kami mendorong agar UMKM terus berkembang karena berdampak pada perekonomian,” tuturnya.

Salah satu upaya mendorong tumbuhnya UMKM perempuan adalah mendorong pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tahun depan, kata dia, pemerintah pusat akan meningkatkan KUR hingga Rp350 triliun. Sementara KUR tahun ini sebesar Rp285 triliun.

“Kuota ini akan terus dinaikkan hingga porsi kredit perbankan itu mencapai 30 persen untuk UMKM pada 2024. Saat ini, porsi KUR itu masih 19,8 persen sehingga jumlahnya cukup kecil,” tegasnya pada awak media.

Guna mendorong pertumbuhan KUR, pihaknya mengharapkan pelaku UMKM mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pasalnya, hingga hari ini masih ada sekitar 20 juta UMKM yang belum bankable.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *