Brilian°Kendari – Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga menerjunkan Tim Inafis mengusut penyebab kebakaran kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kapolsek Baruga Kompol Urvah Lomansyah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polres Kendari untuk menerjunkan Tim Inafis guna meneliti dan mengidentifikasi barang bukti di lokasi kejadian.
“Kami berkoordinasi dengan Kasatreskrim. Tim Inafis akan diturunkan ke lokasi untuk mencari penyebab kebakaran,” kata Urvah saat dihubungi di Kendari, Rabu (5/1) malam.
Dia menyampaikan kepolisian saat kebakaran berlangsung ikut membantu mengamankan lokasi kebakaran. Saat ini pihaknya sudah memasangi garis polisi di Kantor Dinas Sosial Kendari.
“Penyebabnya kita belum tahu, kita tadi hanya membantu kegiatan pemadaman, kita amankan TKP dan pasangi ‘police line’,” ujar dia.
Dia mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan saksi yang melihat langsung awal kebakaran kantor tersebut, meski begitu hingga saat ini belum ada saksi yang dimintai keterangan. Urvah mengaku belum mendapatkan konfirmasi dari Dinsos Kendari terkait jumlah kerugian atas insiden tersebut.
“Kalau kerugian kami belum dapat konfirmasi dari Dinas Sosial, nanti kita koordinasi dengan Dinas Sosial terkait siapa yang berkompeten memberikan keterangan agar kita tahu berapa kerugiannya,” tegasnya pada awak media.
Wali Kota Minta Pelayanan Tetap Berjalan
Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meminta pegawai Dinas Sosial setempat agar tetap melayani masyarakat meski kantor terbakar. Sulkarnain mengaku prihatin atas terbakarnya Kantor Dinas Sosial.
Dia meminta Kepala Dinas Sosial Kota Kendari Abdul Rauf segera melaporkan kepada aparat penegak hukum dan menginventarisir kerugian. Wali Kota berharap seluruh jajaran Dinas Sosial Kota Kendari tetap mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan tidak boleh berhenti, kita maksimalkan segalanya yang ada untuk tetap memberikan pelayanan masyarakat,” kata Sulkarnain di sela-sela meninjau Kantor Dinas Sosial yang terbakar.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda kantor Dinas Sosial Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, di Jalan Abunawas Nomor 8 Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Rabu (5/1) malam. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari menerjunkan lima armada pemadam kebakaran berisi 35 personel ke lokasi kejadian.
“Operasi pemadaman saya pimpin langsung dan kejadian saya perkirakan saat Maghrib tadi karena pada saat ke sini juga apinya sudah besar, dan untuk pemadaman kebakaran ini kami menurunkan lima unit mobil pemadam kebakaran,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari Junaidin Umar.
Junaidin mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Menurut dia, hal itu menjadi ranah pihak kepolisian yang akan melakukan penyelidikan.
Kebakaran melalap dua bangunan utama Dinas Sosial Kota Kendari, diperkirakan ribuan dokumen habis terbakar akan tetapi dalam kejadian ini masih menyisakan satu buah bangunan tepat di depan bangunan utama. Selain itu, terkait jumlah kerugian belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Kota Kendari terkait musibah ini.
Data Penerima Bansos dan PKH Ludes Terbakar
Kebakaran itu menghanguskan gedung, perlengkapan kantor, termasuk data penerima bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah ini. Kepala Dinas Sosial Kendari Abdul Rauf mengatakan bahwa akibat kebakaran, maka semua dokumen penting yang tersimpan di dalam komputer hangus terbakar, termasuk data-data penerima bantuan sosial.
“Barang-barang yang ada berupa dokumen penting semua habis terbakar, seperti komputer, dokumen keuangan, termasuk data penerima Bansos dan Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Rauf di Kendari, Rabu (5/1).
Selain data-data penerima Bansos dan PKH yang tersimpan di dalam file dokumen komputer, api menghanguskan satu unit motor pribadi milik pegawai Dinas Sosial yang terparkir di kantor tersebut.
Meski hangus terbakar, Rauf mengatakan, data-data penerima Bansos dan PKH masih bisa didapatkan kembali karena jauh hari sebelumnya telah dikirim ke pusat.
“Tak perlu dikhawatirkan karena seluruhnya sudah terkirim di pusat dan bisa dipastikan pusat akan mengirim kembali data tersebut. Jadi, tetap aman semua data sudah terkirim ke pusat,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.





