JAKARTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Ketua Dewan Pembina Pengurus Provinsi (Pengprov) Jujitsu Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), dalam mendorong pembinaan olahraga prestasi di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, saat menerima audiensi jajaran pembina Jujitsu di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, BHS memperjuangkan agar cabang olahraga (cabor) Jujitsu dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Marciano Norman menyambut baik aspirasi tersebut dan memastikan pihaknya akan mempelajari pengajuan cabor Jujitsu sesuai dengan regulasi organisasi yang berlaku.
“Bicara mengenai Pekan Olahraga Nasional, prosesnya sangat panjang. Kami menerima dan mempelajari permintaan tersebut,” jelas Marciano Norman.
Ia menegaskan pentingnya peran Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) dalam menjaga konsistensi kompetisi. PBJI diminta rutin menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta Kejuaraan Daerah (Kejurda) guna meningkatkan kualitas serta kuantitas para atlet.
Marciano juga memuji rekam jejak BHS yang dinilai memiliki kontribusi nyata dan jangkauan luas dalam mendukung pembinaan atlet nasional. BHS yang juga menjabat Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Gerindra diketahui aktif memimpin Pengprov IPSI dan Kodrat Jawa Timur.
“Dukungan tokoh-tokoh seperti Bapak Bambang Haryo Soekartono kepada cabang olahraga sangat diperlukan, karena jangkauan yang beliau miliki begitu luas untuk memenuhi kebutuhan pembinaan atlet,” puji Marciano.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, memberikan evaluasi mengenai pelaksanaan PON Bela Diri 2025 di Kudus. Ia menyoroti pentingnya pemerataan sebaran pelatih Jujitsu yang mumpuni di berbagai daerah.
KONI Pusat turut memberikan sanjungan atas terobosan PBJI yang sukses berkolaborasi dengan instansi Kejaksaan menggelar Kejurnas Jujitsu Kajati Jawa Timur Cup 2025 di Pacitan. Kolaborasi antar-lembaga seperti ini dinilai efektif untuk menjaring bibit unggul atlet bela diri Tanah Air.





