Brilian•Banyumas – Rumah Lengger bakal menggelar pementasan kolaboratif bertajuk Metamorfosa Lengger secara daring melalui kanal YouTube Rumah Lengger, dan luring secara terbatas di Gedung Pertunjukkan SMK negeri 3 Banyumas, Sabtu (20/11).
Pentas kolaboratif ini menjadi bentuk perjalanan panjang proses pendokumentasian dan riset yang menandai kelahiran satu tahun Rumah Lengger.
“Pertunjukan ini mengolaborasikan empat bentuk kesenian mencakup koreografi, film, musik tradisi dan seni rupa. Untuk tari, koreografinya mengeksplorasi Lengger Barangan, Lengger Sintren, dan Calengsai (Calung Lengger Barongsai),” kata Rianto, koreografer tari Metamorfosa Lengger, Jumat (19/11).
Uniknya, kata seniman asli Desa Kaliori ini, pementasan tidak sekadar memadukan unsur budaya Jawa dan Tionghoa. Namun juga berkolaborasi pemutaran film dan musik tradisi. Sedang seni rupa terintegrasi sebagai bagian dari panggung pementasan dan sarana pertunjukan tari.
Integrasi ini mengadopsi wayang beber yang digarap oleh seniman mural Adan Fajar serta karya instalasi Syaikhul Irfan dan perupa Mursalin.
Film Director, Harsya Pambudi menjelaskan, kolaborasi Metamorfosa Seni Lengger ini mendeskripsikan kemampuan para seniman lengger beradaptasi dengan kondisi alam yang melingkupinya.
Tak hanya itu, para seniman juga mengangkat nilai-nilai kemanusiaan, seperti penerimaan pada pluralisme serta terbuka pada praktik silang budaya pada program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini.
“Untuk proses syuting film, telah dilaksanakan di eks karesidenan Banyumas (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Kebumen) yang merupakan wilayah persebaran lengger,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.





